Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo didampingi Plt Bupati OI, HM Ilyas Panji Alam saat berkunjung ke Desa Payakabung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.

Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo didampingi Plt Bupati OI, HM Ilyas Panji Alam saat berkunjung ke Desa Payakabung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.

OI, HS – Hasil rapat antara Presiden Jokowi dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam membahas anggara dana desa menyimpulkan, pada tahun 2018 mendatang, dana desa meningkat menjadi Rp130 triliun.

Diperkirakan, alokasi dana desa untuk setiap desa pada tahun 2018 mendatang yakni sebesar Rp3 miliar perdesa.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, saat mengunjungi Desa Payakabung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Kamis (3/10).

“Ya, rapat terbaru antara Presiden Jokowi dan Menkeu Sri Mulyani, anggaran dana desa naik dua kali lipat. Kira-kira perdesa bisa dapat Rp3 miliar,” ungkapnya.

Lanjut Menteri Eko, anggaran tersebut sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa. “Anggaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk pembangunan desa. Membangun infrastruktur yang mampu mendorong ekonomi, seperti embung desa, jalan desa, sarana irigasi dan lain-lain,” bebernya

Ia menambahkan, desa ke depan diharapkan mempunyai embung desa serta unit usaha.

“Hasil survey juga menunjukan, tingkat kepuasan tertinggi terdapat di desa – desa serta pertumbuhan ekonomi desa di atas pertumbuhan ekomomi nasional. Kemajuan desa saat ini pesat jauh dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Ini berkat peran serta pemerintah dan masyarakat serta kucuran dana untuk desa,” bebernya.

Sementara itu Plt Bupati OI, HM Ilyas Panji Alam menambahkan, dana desa pada tahun 2016 telah dialokasikan untuk 224 desa sebesar Rp137 miliar.

“Sampai akhir bulan Oktober telah disalurkan tahap I sebesar 60 persen yakni Rp82 miliar,” ungkapnya.

Plt Bupati OI menambahkan, penggunakan dana desa di Ogan Ilir sangat memberikan pengaruh yang cukup besar dalam mendorong percepatan pembangunan.

“Dengan terlaksana dana desa kami berupaya meningkatkan kepedulian pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Ogan Ilir. Untuk pengawasan, kami juga sudah membentuk tim untuk mengawasi dana dan proses pembangunan di desa,” ungkapnya.  (EL)