PALEMBANG,HS – Memiliki 169.705 jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tahun 2017, kini Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di tahun 2018 memiliki jumlah KPM sebanyak 331.064. Jumlah itu naik 100 persen dari tahun sebelumnya.

Hal ini di katakan kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel, Rasyiddin Hasan saat ditemui di kantornya, Rabu (30/5/2018).

“Ya, jumlah itu naik dua kali lipat di bandingkan tahun 2017,” ujarnya

Kesemua KPM ini merupakan penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari kementrian Sosial sebagai salah satu bentuk respon pemerintah kepada masyarakat dengan membantu dan menanggulangi keluarga kurang mampu (Miskin).

Ia juga menjelaskan, ada 3 komponen yang menjadi penilaian keluarga itu bisa masuk dalam KPM dan mendapatkan bantuan PKH. Yang pertama dinilai dari status ekonomi, dua dinilai dari kesehatan atau ibu yang sedang hamil, dan ketiga dinilai dari usia sekolah.

“Itu untuk yang reguler, kalau untuk PKH Plus ada memiliki komponen lain, yakni penyandang disabilitas berat mereka juga bisa mendapatkan PKH, bahkan nominalnya lebih besar dari PKH reguler. Tapi, komponen utama juga harus ada. Jangan dia penyandang disabilitas tapi keluarga konglomerat,” katanya

Lanjutnya, Untuk PKH reguler pertahunya mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp. 1.890.000 rupiah dengan empat kali pencairan. Sedangkan untuk PKH plus mendapatkan bantuan sebesar Rp. 2.000.000 rupiah pertahunya dengan empat kali pencairan pula.

“Penyaluranya di bagi jadi 4, dengan pencairan 3 bulan sekali, jadi satu kali cair itu Rp. 500 rbu dan pencairan terakhir sisanya. Selainiti juga KPM ini juga menerima bantuan Non tunai seperi beras Rastra dan bahan pangan lainya,” jelasnya

Sementara itu, untuk pendamping PKH provinsi Sumsel memiliki sebanyak 1.484 pendamping dengan kota Palembang memiliki Pendamping paling banyak yakni 242 orang.

“Satu pendamping bisa mengurus paling banyak 250 KPM, tapi biasanya mereka yang mendapatkan di tempatkan di kota saja. Apalagi Palembang paling banyak KPMnya. Sedangkan kalau untuk daerah perairan dan yang jauh di jangkau, paling hanya sampai 75 KPM saja,” tutupnya.