muara-enim-dapat-jatah-20-pns-penyuluh-pertanian

MUARAENIM, HS – Tahun ini terbuka kesempatan bagi Tenaga Harian Lepas dan Tenaga Bantu (THL-TB) Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Muaraenim untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Namun demikian, THL-TB PPL di Muaaraenim harus bersaing ketat, pasalnya Pemerintah Pusat hanya mengalokasikan kuota penerimaan CPNS jalur ini hanya sebanyak 20 orang.

Hali ini disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Muaraenim, H Nurul Aman saat menghadiri acara panen raya di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Muara Belida, kemarin.

Dijelaskan Nurul Aman, ketentuan ini sesuai nota
 kesepahaman antara Kementerian Pertanian dengan Bupati/Walikota se-Indonesia yang ditandatangani beberapa hari lalu  di Jakarta, termasuk Kabupaten Muaraenim disaksikan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman.

Proses pengangkatan honorer Penyuluh Pertanian menjadi CPNS, mengacu UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, dan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

“Hanya 20 honorer penyuluh kategori THL-TB yang memenuhi syarat Badan Kepegawaian Muaraenim. Mereka dipilih berdasarkan kinerja dan masa pengabdian. Setelah itu, diusulkan menjadi CPNS di Kementerian Pertanian,” ujar Wabup.

Selama ini, Pusat tidak menggelar penerimaan CPNS. Namun berkat kerja keras antara Pemda dengan Kementerian Pertanian, maka Pusat akhirnya membuka kembali kesempatan sebanyak 60 ribu CPNS khusus honorer penyuluh pertanian di seluruh Indonesia.

Pengangkatan tersebut, didasari minimnya tenaga Penyuluh Pertanian yang berstatus PNS. (EDW)