PALEMBANG,HS –  Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Melalui Seketarias PSDA Provinsi Sumatera Selatan Vivin Indira Sari, Menyampaikan, Saat ini pemerintah Provinsi Sumsel akan menambah kolam retensi dibeberapa titik yang rawan banjir kota palembang,

“Ya,Nanti Ada dua kolam retensi yang dipastikan akan dibangun  tahun 2017 ialah sungai Selayur Kalidon dan Talang Banten,” ujar  Vivin Indira Sari, diruang kerjanya Senin (20/2).

Dia juga menjelaskan, saat ini kedua lahan yang direncanakan tersebut sudah melewati tahap Feasibility Study (FS) dan tahun ini masuk dalam tahap Detail Engineering Design (DED). untuj Luasannya direncanakan sekitar 1,5 hektar. DED nya sudah dianggarkan Rp 125 juta untuk satu DED.

Lanjutnya, khusus di Talang Banten tidak ada permasalahan terkait lahan karena lahan tersebut milik Pemprov Sumsel. Sementara untuk kolam retensi di Selayur Kalidoni menunggu desain dulu baru tahu estimasi lahan apakah ada lahan dibebaskan atau tidak.

“Tahun ini (2017) siap dibangun,” pungkasnya

Dia juga menerangkan, sebenarnya ada 7 kolam retensi yang direncanakan sejak tahun 2016 akan dibangun. Yakni di Kecamatan Kertapati, Sematang Borang, Punti Kayu, TPA ll Keramasan,  Sungai Selayur Kalindon, Talang Banten dan Talang Jambe, Namun karena anggaran tidak mencukupin sehingga pembangunan dilakukan di 2 tempat dulu.

“Sudah direncanakan di 2016 tapi tahun ini harusnya dilaksanakan tapi karena defitis anggaran jadi dua kolam retensi dulu. Satu kolam retensi dianggarkan Rp 2-3 Miliar,” jelasnya.

Sebelumnya Dinas yang bernama Dinas PU Pengairan ini sudah menganggarkan khusus untuk penanggulangan banjir 2017 sekitar Rp 200 M untuk melakukan normalisasi sungai, irigasi pertanian, air baku, air bersih dan lain sebagainya. Untuk kegiatan penanggulangan seperti pembangunan bronjong, turap, Shitpile, normalisasi sungai, kolam retensi dan lain sebagainya.

Dia juga menyebutkan, dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, kabupaten yang tidak dianggarkan untuk perbaikan atau pembangunan untuk menanggulangi banjir adalah Prabumulih, Muratara dan OKU Induk.(MDN)