Foto : Pembangunan Irigasi

PALEMANG,HS – Demi menggenjot hasil produksi padi, pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII Kementerian PU-PR terus mengoptimalkan sarana pendukung persawahan yakni irigasi, selain terus melakukan perawatan rutin, pihak BBWSS juga akan menambah sistem jaringan irigasi baru.

“Sistem irigasi komering akan kami tambah panjangnya, selain itu, beberapa akan buka sistem irigasi baru seperti sistem irigasi di lempuing dan lematang,” kata Birendrajana, Kepala BBWSS VIII, selasa (3/12/2019)

Kebutuhan perawatan irigasi ungkap biren cukup besar, dalam satu tahun biaya perawatan menyedot anggaran hingga Rp. 18 Miliar.

“total keseluruhannya, irigasi yang berada di wilayah kami bisa mengaliri hingga 59 ribu ha, kalau nanti beberapa irigasi baru selesai dibangun bisa mengaliri hingga 72 ribu ha lahan,” pungkasnya

Ia membeberkan, saat ini mereka mengelola 7 sistem jaringan irigasi, seperti irigasi lintang kanan, lintang kiri, komering, air lakitan, kelingi tugumulyo, air keruh serta muara riben.

“Memang perlu penambahan, rencananya dianggaran 2020 penambahan dua sistem irigasi. Jaringan irigasi lematang akan mengaliri 3000 ha lahan sementara lempuing bisa menggenangi 8500 ha lahan,” jelasnya.

Dengan penambahan irigasi di lempuing, lanjut biren memastikan seluruh wilayah persawahan komering sudah teraliri sistem irigasi secara total.

“Pada musim kemarau, pasokan air di wilayah komering tetap akan terjaga imbasnya tentu memperkecil kemungkinan gagal panen akibat kekeringan,” tuturnya

Sekadar Informasi, Pada 2016-2019, Kementerian PUPR telah melaksanakan pembangunan Jaringan Irigasi Utama Bahuga Daerah Irigasi Komering bagian hilir di Kabupaten OKU Timur dengan luas 6.853 ha.