Camat Lawang Kidul, Rahmad Noviar.

Camat Lawang Kidul, Drs Rahmad Noviar MSi.

MUARAENIM, HS –  Kota Tanjungenim, Kabupaten Muaraenim yang secara geografis merupakan pusat tambang batubara akan berubah fungsi menjadi kota wisata di Sumatera Selatan. Rencana PT Bukit Asam Persero Tbk, Tanjungenim ini mendapat reaksi positif dari masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Camat Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, Drs Rahmad Noviar MSi, di hadapan wartawan, Kamis (13/10). Dikatakannya pihaknya sangat sepaham dengan Direktur Umum dan SDM PTBA Persero Tbk, Surya Eko, yang intinya ingin memperbaiki kota Tanjungenim.

“Namun sebelum menuju ke arah sana masih banyak aspek persoalan yang harus diinventarisir, misalnya persoalan-persoalan apa saja termasuk dampaknya dalam masyarakat yang akan muncul pada saat kita akan melaksanakan penataan kota,” jelasnya Rahmad.

“Untuk itu diperlukan suatu bentuk kerangka acuan atau detail engineering design (DED) yang diperlukan dalam rangka penataan kota yang diharapkan,” ujarnya.

Diuraikan Rahmad pula bahwa DED merupakan konsep awal rencana pembangunan yang melihat dari segala aspek yang timbul dari suatu pembangunan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Muaraenim melalui Kepala Bappeda sudah menyampaikan paparan secara langsung kepada kita selaku penyandang dana.

“Mengenai makna dari kata kota wisata tersebut dijelaskan Rahmad pula bahwa cakupan Kota Wisata mempunyai banyak pengertian, bisa saja pada saatnya nanti Tanjungenim akan menjadi kota wisata tambang atau kota wisata bahari dan lain sebagainya. Namun secara pasti yang paling terpenting adalah menata dan membangun kota Tanjungenim ini sendiri sehingga menjadi kota yang lebih baik,” pungkasnya (EDW)