garis-polisi

BATURAJA I Malang nasib  Dasuki (60), warga Desa Mekar Sari, Batumarta Blok A, Kecematan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang harus meregang nyawa dengan badan penuh luka dan bersimbah darah, tergeletak ditengah perkebunan karet kawasan desa Sukamaju Batumarta. Diketahui, Korban merupakan seorang duda kaya dikawasan tersebut.

Pada Selasa (26/7/2016), sekitar pukul 09.00 jasad Korban yang dikenal sebagai tauke karet ini pertama kali ditemukan terbujur kaku oleh seorang pencari kayu bernama Feri Aldi (25), warga Desa Sukamaju,  RT 02, Kecamatan Baturaja Timur saat sedang mencari kayu di sekitar lokasi kejadian.

Diduga kuat, Dasuki merupakan korban perampokan. Hal ini diketahui dari tubuh korban yang didapati dengan luka menganga, mulai dari bagian kepala belakang bagian kiri, yang diketahui merupakan luka sabetan benda tajam, serta terdapat luka memar di seluruh bagian tubuh korban.

“Korban tinggal sendiri di rumahnya setelah istri keduanya meninggal dunia. Sementara isteri pertamanya sudah pulang ke jawa. Dia (Korban, red) dikenal kaya dari hasil kebunnya, tapi tidak diketahui kemana korban menyimpan harta bendanya” ungkap salah seorang kerabat korban yang enggan menyebutkan namanya.

Menurut kerabatnya tersebut, sejah dua hari terakhir korban menghilang, korban sempat bercerita kepadanya kalau korban berkeinginan untuk menikah kembali. Namun, saat ini korban masih mencari pasangan yang pas untuk dijadikan isteri ketiganya.

“Katanya mau menikah lagi. Tapi masih pilih pasangan yang pas, biasanya dia sehari-hari baik Pak. Tidak pelit dengan duit,” kata kerabatnya yang tampak tak menyangka jika mayat yang dilihatnya dikamar mayat RSUD Ibnu Soetowo itu adalah Dasuki.

Karena di Baturaja korban tidak ada kerabat, rencananya korban akan dikebumikan di Pulau Jawa tempat asli korban tinggal. di jawa keluarga besar korban termasuk anak korban dari istri pertama juga ada.

Kapolres OKU AKBP Leo Andi Gunawan SIk MPP didampingi Kasat Reskrim AKP Harmianto melalui Baursubbag Humas Aiptu I Wayan Sudhana saat mendapati laporan adanya penemuan mayat, langsung menuju ke lokasi kejadian.

Dikatakan Wayan, saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait kematian korban. Di lokasi kejadian polisi menemukan satu buah kayu bulat panjang kurang lbih 50 sentimeter yang sudah patah.

Satu buah topi warna biru yang menutupi wajah korban. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

“Unit reskrim masih melakukan oleh TKP. Untuk motifnya sendiri kita masih mendalaminya. Namun saat anggota melakukan pemeriksaan di rumah korban, seluruh lemari sudah terbongkar dan berantakan. Serta barang-barang berharga korban yang selalu dibawanya ke kebun seperti HP, kunci rumah, dan pisau sadap juga hilang,” terangnya. (BeritaMusi)