Direksi PT PN VII.

Direksi PT PN VII.

MUARAENIM, HS – Puluhan petani sawit yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Pesari Suni, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muaraenim, (10/10) melakukan pertemuan dengan Bupati Muaraenim, Ir H Muzakir Sai Sohar.

Pertemuan ini juga dihadiri Ketua DPRD Muaraenim, Aries HB SE, dan Direksi PT Perkebunan Nusantara  VII Muaraenim di ruang rapat Gedung DPRD Muaraenim, Jalan Tjik Agus Kiemas, Desa Kepur, Kecamatan Muaraenim, Kabupaten Muaraenim.

Pertemuan ini membahas penjualan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik petani yang belum dibayarkan PT PN VII sejak Agustus lalu.

Ketua KUD Pesari Suni, Trisno Mahardi menyampaikan pada Bupati dan Ketua DPRD serta Direksi PT PN VII  bahwa kedatangan utusan ribuan petani dari Desa Manunggal jaya, Muara Emburung, Air Cekdam, Air Enau. Air Talas, Kencana Mulya, Manunggal Makmur, dan Karya Mulya adalah untuk menagih janji yang disampaikan oleh PT PN VII terkait penjualan TBS petani yang mencapai  Rp 6,8 milyar.

”Dari janji-janji yang disampaikan oleh perusahaan sejak beberapa bulan lalu hingga kini belum didapati pembayaran, alasan perusahaan karena uang pembayaran TBS belum dikirim dari pusat,”  urai Mahardi.

Padahal hasil  panen sudah diserahkan, hanya saja kewajiban perusahaan mambayar TBS yang merupakan kesepakatan sejak dahulu belum juga dilakukan.

“Jika tidak dibayar kemana hak petani, sementara kebutuhan sehari-hari dan keperluan anak anak sekolah sangat mendesak, ” ungkapnya.

Sementara itu, Direksi PT PN VII, Karnoto yang hadir dalam rapat mengatakan dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan pembayaran terhadap petani sawit.

“Dalam satu minggu kita akan segera melakukan pembayaran hasil penjualan TBS dari petani,” terangnya.

Sementara salah satu perwakilan dari KUD Desa Kencana Mulya, Bambang menegaskan petani akan menagih janji perusahaan sesuai dengan hasil rapat.

“Kita berharap agar persoalan ini cepat selesai sehingga petani dapat sedikit lega di tengah himpitan ekonomi dan harga TBS yag masih rendah. Dan kami berharap pula agar pemerintah dapat menstabilkan harga TBS  yang saat ini hanya berkisar Rp 1.460 rupiah,” tandasnya.(EDW)