PALEMBNG,HS – Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) berhasil menyingkirkan Kota Palembang meraih penghargaan Kota Layak Anak dari presiden republik indonesia,

Hal ini diungkapkan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumsel Susna Sudarti, dikantornya, rabu (19/7/2017),

Menurutnya, Sebenarnya Kota Palembang yang dianggap lebih berpeluang besar untuk menjadi kota layak anak dibandingkan kabupaten Muba yang baru beberapa bulan dipimpin oleh Dody Reza Alex.

Ia juga mengatakan, sebenarnya Kota Palembang lebih berpeluang sebab fasilitasnya sudah memadai. Namun, saat tim dari pusat datang langsung ke Sumsel untuk mengecek, ternyata hanya satu kabupaten yang bakal mendapat penghargaan kota layak anak.

“Di Sumsel hanya Kabupaten Muba yang mendapatkan penghargaan kota layak anak ini,” ujarnya

Ia juga menjelaskan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumsel sudah menggencarkan kota layak anak ini sejak 2014 lalu dan belum ada kabupaten/kota yang berhasil meraihnya. Namun, tahun ini akhirnya ada satu daerah yang berhasil, yakni Kabupaten Muba.

Sesuai undangan, rencananya penghargaan kota layak anak untuk Kabupaten Muba ini akan langsung dihadiri Bupati Muba Dody Reza pada 22 Juli mendatang, di Riau.

“Informasi sementara penghargaan tersebut rencananya akan diserahkan langaung oleh Presiden RI Joko Widodo, namun jika berubah biasanya diwakili oleh menteri,” pungkasnya

Ia menambahkan, Untuk menjadi kota seperti itu banyak hal yang harus diwujudkan. Salah satunya, harua memiliki puskes ramah anak, kebijakan bupati/walikota yang berpihak kepada anak, memiliki fasilitas tempat bermain anak dan lainnya.

Jadi memang banyak untuk dapat mewujudkan kota layak anak ini. Penerapan kota tersebut ini juga sesuai Undang-Undang 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dimana jika hak-hak anak telah dipenuhi, kekerasan dapat ditekan.

“Kita harap dua tahun kedepan dengan adanya Kabupaten Muba yang meraih kota layak anak ini, kabupaten/kota lainnya di Sumsel dapat ikut juga mewujudkan kota layak anak,” tegasnya (MDN)