Alumni 1991 SMAN 10 Palembang foto bersama

Alumni 1991 SMAN 10 Palembang foto bersama

PALEMBANG, HS – “Terimakasih guruku, kuucapkan pada guruku yang tulus, ilmu yang berguna selalu dilimpahkan untuk bekalku nanti, kan kuingat selalu nasihatmu, trimakasih kuucapkan ..”. Lirik lagu wajib nasional itu seakan membahana di sela-sela Temu Reuni alumni angkatan 1991 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Palembang, Sabtu, 22 Oktober 2016.

Tepat pukul 07.00 WIB, lebih seratus alumni angkatan 1991 SMAN 10 Palembang berkumpul di salah satu ruang di SMAN 10 Palembang. Kedatangan mereka itu tak lain menggelar beragam kegiatan Temu Reuni bersama.

Adapun temu reuni angkatan 1991, itu selain menggelar bakti alumni juga mengadakan talk show anti narkoba dengan tema ‘Berkarya Untuk Bangsa Dalam Segala Bidang’

“Kenapa kita pilih kegiatan puncak reuni dengan talk show anti narkoba? Karena narkoba sangat berbahaya, jadi lebih baik mencegah dari mengobati, makanya kita berbagi ilmu maupun pengalaman dengan adik-adik kita SMAN 10 Palembang. Saat talkshow juga ada tanya jawab tentang narkoba yang dialami siswa-siswi,” demikian kata Legiran, Ketua Paniati Temu Reuni alumni angkatan 1991 SMAN 10 Palembang kepada HALUAN SUMATERA.

Legiran berharap temu reuni angkatan 1991 SMAN10 Palembang diharapkan bisa merekatkan tali silaturahmi sesama alumni.

“Demi temu reuni, banyak kawan-kawan alumni yang rela datang dari luar kota agar bisa berkumpul lagi seperti dulu. Ada yang dari Jakarta, Semarang, Medan, dan daerah lainnya. Mereka sangat senang sekali dengan adanya kegiatan temu reuni, sudah puluhan tahun berpisah bertemu lagi baik sesama kawan, guru-guru, maupun kepala sekolah dulu,” kata Legiran yang didampingi alumni lainnya.

Legiran, Ketua Panitia Temu Reuni angkatan 1991 SMAN 10 Palembang

Legiran, Ketua Panitia Temu Reuni angkatan 1991 SMAN 10 Palembang

Ia menilai, pembangunan SMAN 10 Palembang terbilang luar biasa maju. Tentu dengan bertambahmya bangunan-bangunan membuat para alumni SMAN 10 Palembang makin bangga.

“Kami alumni perak angkatan 1991, merasa bangga dan terimakasih kepada pihak SMAN 10 Palembang yang terus berjuang untuk, mendidik dan membangun sekolah ini seperti sekarang. Bukan hanya fisik, namun sekolah ini juga banyak meraih prestasi-prestasi baik lokal maupun nasional yang membuat bangga kami para alumni. Kami akan terus berjuang untuk SMAN 10 Palembang, sebab kami tidak bisa seperti sekarang tanpa adanya SMA 10 Palembang karena guru-guru yang sudah mendidik kami,” Legiran terharu.

Serupa bentuk kepedulian yang ditunjukan alumni angkatan 1991 SMAN 10 Palembang, maka Legiran bersama alumni lainnya menyumbangkan 10 pasang kotak sampah organik dan non organik, uang tunai Rp 5 juta, dan pemeriksaan buta warna terhadap siswa kelas 12 dengan peserta kurang lebih 400 siswa.

Fir Azwar, Kepala SMAN 10 Palembang menyebutkan, SMAN 10 Palembang menciptakan generasi muda yang bermutu namun santun dalam berprilaku. Menciptakan generasi muda yang berprestasi. Salah satu bukti keseriusan pihak sekolah terhadap narkoba, SMAN 10 Palembang telah melaksanakan 1000 tandatangan siswa-siswa.

“Alhamdulillah, SMAN 10 Palembang menjadi sekolah yang bebas dari narkoba. Prestasi yes, Narkoba mati,” ucap Fir Azwar.

Fir Azwar, Kepala SMAN 10 Palembang

Fir Azwar, Kepala SMAN 10 Palembang

Di tengah-tengah peserta temu reuni, Fir Azwar mengajak untuk menonton tayangan film pendek tentang bahaya narkoba. Fir juga mendapat kesempatan untuk membuka kegiatan talkshow generasi muda anti narkoba.

Nando dari Komite SMAN 10 Palembang menyampaikan, peserta didik di SMAN 10 Palembang sedang berupaya merencanakan ikut Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK. Namun begitu, persoalan fasilitas komputer masih jadi kendala.

“Komite sekolah sangat mengharapkan uluran bantuan dari alumni SMAN 10 Palembang,” cetus Nando.

Persis pukul 10.15 WIB, acara pun dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata untuk para guru-guru dan kepala sekolah yang pernah berbakti di SMAN 10 Palembang.

“Nenek dulu sekolah jalan kaki. Pesan Nenek, jangan merokok. Belajarlah dengan disiplin,” H Mukman Gani, mantan Kepala SMAN 10 Palembang.

Penyerahan cinderamata untuk para guru SMAN 10 Palembang

Penyerahan cinderamata untuk para guru SMAN 10 Palembang

Usai pemberian ‘tanda kasih’ dari alumni 1991 SMAN 10 Palembang, kegiatan berikutnya talk show tentang bagaimana bahaya narkoba yang dibawakan oleh Yusnita.

“Ciri-ciri pengguna narkoba antara lain mudah tersinggung dan sempoyongan. Faktor penyebab penyalahgunaan narkotik yaitu salah bergaul, linkungan sekitar. Nah, adik-adik ingin tetap cantik dan ganteng jangan pakai narkoba. Mari jauhi narkoba,” ungkap Yunita yang juga alumni 1991 SMAN 10 Palembang.
Terpisah, Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Ishak Mekki menyambut baik terlaksananya temu reuni angkatan 1991 SMAN 10 Palembang. Menurutnya, melalui reuni diharapkan lebih mempererat silatuhrahmi antar siswa dan para alumni lainya.

“Pemerintah selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang bernuansa sosial apalagi menyangkut bahaya narkoba karena ini sangat baik kalau disosialisasikan kepada siswa-siswa di semua sekolah khususnya di Sumsel,” ujar Ishak Mekki saat menerima kunjungan alumni angkatan 1991 SMAN10 Palembang 1991 di ruang kerja Wakil Gubernur, Jumat (23/9).

Ishak Mekki mendukung talk show anti narkoba yang terangkum dalam kegiatan temu reuni tersebut. “Terkadang penyalagunaan narkoba bagi remaja atau siswa ini terpengaruh di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar,” tuturnya. (UDI/ERS)