Polres Metro Depok menunjukkan barang bukti dalam kasus pembunuhan dua orang di Padepokan Satrio Aji.

Polres Metro Depok menunjukkan barang bukti dalam kasus pembunuhan dua orang di Padepokan Satrio Aji.

DEPOK, HS – Polres Metro Depok mengungkap dua korban pembunuhan yang ditemukan di saluran air Limo, Depok, dibunuh dengan menggunakan kopi yang dicampur racun potasium sianida.

“Tersangka membunuh kedua korban dengan mencampurkan racun potasium sianida ke dalam kopi yang kemudian disuguhkan kepada kedua korban,” kata Kapolrestro Depok, Kombes Pol Harry Kurniawan, di Mapolrestro Depok, Selasa (04/10).

Kombes Pol Harry Kurniawan menjelaskan, saat itu almarhum Shendy dan Ahmad Sanusi sedang berkunjung ke rumah atau padepokan pelaku di kawasan Sukmajaya. Kemudian muncul niat pelaku untuk menguasai harta benda korban berupa mobil, uang, dan barang berharga lainnya.

Lebih jauh Kapolrestro Depok mengungkap, tersangka Anton Hardiyanto alias Aji (35), pimpinan Padepokan Satrio Aji, memesan tiga cangkir kopi hitam di warung dekat rumahnya, lalu menaburi racun sianida pada kopi yang disuguhkan kepada kedua korban.

“Untuk meyakinkan korban, pelaku menyebut racun itu sebagai cairan jamu untuk kekuatan tubuh,” terang Kombes Pol Harry Kurniawan.

Sementara, tersangka Anton mengaku terinspirasi dari kasus pembunuhan dengan kopi sianida yang menjerat Jessica Kumala Wongso sebagai terdakwa, yang saat ini masih disidangkan. Racun tersebut didapatnya dari kampung halaman di Pacitan, Jawa Timur.

“Potasium Sianida ini dari kampung, biasanya untuk obat ikan,” katanya. (HS)