OKI, HS – Terkait adanya pemberitaan dugaan ijazah palsu oknum anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Arfan Hadi menyatakan hal ini tidak benar.

“Itu tidak benar. Berdasarkan surat keterangan No.006/l2/FH/Univ/Azzahra/III/2017 tanggal 31 Maret 2017 membenarkan kelulusan Arfan Hadi, dan mengikuti proses akademi sesuai dengan ketentuan di program Studi Ilmu Hukum dengan NIM. 2009218228,” jelas Arfan.

Ditambahkannya, berdasar surat pernyataan No. 001/L2/FH.U.AZZAHRA/V/2017 dengan isi surat sehubungan dengan adanya salah satu alummi Fakultas Hukum Universitas Azzahra atas nama Arfan Hadi sebagai berikut: Bahwa telah terjadi kesalahan input data oleh operator evaluasi program studi berdasarkan evaluasi dari EPSBED yang seolah-olah Arfan Hadi mahasiswa pindahan dari fakultas hukum Jakarta menggunakan nama Fadlizon namun pada dasarnya Arpan Hadi bukan mahasiswa pindahan dari fakultas hukum Universitas Jakarta, dengan terjadi kesalahan tersebut maka akan kami perbaiki yang dimaksud pada data pendidikan tinggi (PDPT ), demikian surat peryataan tersebut dibuat untuk dapat dipergunakan sebagimana mestinya, Jakarta, 2 Mei 2017 Universitas Azzahra, Fakultas Hukum, ditandatangani Dekan Dr Hj Nani Sutiati SH MH.

“Berdasarkan keterangan dosen kemahasisswaan, Drs Sudirman Effari SH bahwa Arfan Hadi adalah mahasiswa Universitas Azzahra yang beralamat di Jalan Jati Negara nomor 144 Kampung Melayu Jakarta Timur,” ujarnya.

Sementara, Ketua LSM Indonesia Investigasi Korupsi Kabupaten OKI, Gunadi Mahdi menegaskan pendapatnya terkait persoalan ini.

Menurutnya, hal ini terjadi dari Universitas Azzahra, maka itu termasuk kesalahan dari universitas tersebut, dan universitas tersebut harus meralat serta memperbaiki dan memiliki hak otonom kampus.

“Karena saya sendiri yang sudah investigasi dan menyaksikan, dan mendengarkan keterangan dekan dari universitas tersebut,” ungkap Gunadi.

Apabila ada proses Hukum yang menimpa Arfan Hadi, pihak kampus akan menurunkan LBH untuk mendampingi proses hukum yang berlaku.

“Kalaupun ini dibawa ke ranah hukum, Arfan Jadi termasuk korban bukan tersangka, karena pada saat itu Arfan Hadi adalah mahasiswa, saya menduga kalau perkara ini sudah ada unsur politik,” tegasnya. (DIF)