PALEMBANG,HS – Jumaidah (38) binti Bakri (Alm), Warga Dusun IV Desa Pinang Belatinya Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara  Enim, datangi kantor DPRD Sumsel, Untuk meminta bantuan atas kasus pemerkosaan yang dialaminya beberapa waktu lalu, Kamis (21/2/2019).
Kedatangan Jumaidah ini, diterima dengan hangat oleh Wakil DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Chairul Madya di ruang rapat kantor DPRD Sumsel.
Jumaidah (38), korban, menuturkan ingin meminta dilanjutkan proses yang tidak pernah ada keputusan dari Kapolres, Kejadiannya pada 10/11/2018 sekitar pukul 11.00 malam, TKP  di rumah saya sendiri. Dengan laporan polisi nomor : LP/B-366/XI/2018/SUMSEL/RES MUARA ENIM,22 November 2018.
“Awal mulanya, Sabtu pukul 05.30 sore, saya belanja ke warung yang rahmanuddin (pelaku perkosaan), beli sembako seperti obat nyamuk, telur dan mie. Saya juga tidak tahu, kalau ada beberapa belanjaan yang tertinggal diwarung tersebut,” katanya 
Jelasnya, Sekitar pukul 09.00 malam, saya ingat mau bakar obat nyamuk, namun saya lihat di wadah itu tidak ada, ternyata tinggal diwarung tersebut karena sudah malam saya tidak berniat untuk menggambil barang belanjaan diwarung tersebut.
“Sekitar jam 11.00 malam, saat anak-anak sudah  tertidur, ada suara ketukan pintu dari belakang rumah saya, suara ketukan dua kali. Saya tanya siapa, pasalnya suami saya tidak ada dirumah karena suami saya lagi bekerja diluar kota,” pungkasnya
Lanjutny, Ternyata pelaku yang mengetuk pintu tersebut, dengan alasan mengantarkan belanjaan korban yang tertinggal diwarung.
“Besok saja mang belanjaannya saya ambil, tapi pelaku terus mengatakan untuk membuka pintu, dengan rasa tidak curiga sedikitpun karena saya sudah akrab dengan keluarganya, saya pun membukaan pintunya sedikit,” tuturnya
Tidak disangka-sangka, Jelasnya, Pelaku langsung mendobrak pintu dengan membawa satu batang kayu sepanjang 50 meter. Langsung mendorong kearah dinding, sambil mengancam ingin membunuh korban dengan sebatang kayu yang dibawanya.
“Tidak sampai disana saja, saya dibawa ke kamar dan paksa untuk melayani nafsu bejatnya, saya terus menolak dan memberontak sambil memukul pelaku. Tapi, pelaku mengancam akan membunuh saya dan anak saya yang paling kecil (2), dengan kayu tersebut jika menolak melayaninya. Melihat ancaman pelaku yang hampir ingin membunuh anak saya, saya pun tak berdaya dan terpaksa melayani pelaku,” jelasnya sembari menangis.
Sementara itu Chairul  S Matdiah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel, mengatakan bahwa Jumaidah jelas ini diperkosa oleh Rahmanudin, hari ini mendatangi DPRD provinsi Sumsel, dan meminta bantuan. Ya wajar dia kesini, karena DPRD ini tempat masyarakat untuk melaporkan masalah apapun.
” Kita juga minta bantuan sama pak Kapolda Sumsel, supaya dikasus ini dapat ditindak lanjuti lagi, karena laporan ini sudah ada LPnya,” ungkapnya
Disisi lain, Alasan kuat korban meminta bantuan dari DPRD provinsi Sumsel, karena laporan korban tersebut ditanggapi dan diselidiki oleh Polres Muara Enim, melakukan hubungan itu suka sama suka.
“Maka dari itu, saya meminta Kapolda untuk menuntaskan kasus ini. Padahal kita sudah dengar sendiri, bahwa korban jelas-jelas diperkosa sedangkan Polres bilang mereka melakukannya suka sama suka padahal tidak,” jelansya
Untuk itu, Kita prihatin karena ada warga Muara Enim yang diperkosa dan meminta bantuan pada DPRD Sumsel. Kita juga sudah menelpon Kapolres, tapi hingga saat ini belum ada tindak lanjut. 
“Kita akan minta bantu Kapolda, untuk menindaklanjuti kasus ini. Jika perlu berkas koran Dutarik ke Polda Sumsel, dan segera ditindaklanjuti oleh Kapolda,” tutupnya (PUTRI)