Foto (Ist)

PALEMBANG,HS – Pro kontra pada masyarakat perihal penggunaan kardus sebagai bahan kotak suara dalam Pemilu 2019 mengundang tanggapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Menurut Ketua KPU Sumsel, Dra Kelly Mariana bahwa pro kontra kotak suara karton kedap suara dalam Pemilu 2019 mendapat kritikan, hujatan di media sosial.
“Ini adalah jawaban kami atas banyaknya keraguan, meme, hujatan atas kotak suara karton kedap air yang digunakan KPU untuk pemilu 2019 dalam beberapa hari terakhir ini di berbagai medsos. Sesungguhnya penggunaan kotak suara adalah bukan kali pertama negeri ini dalam hal menggunakannya sebagai pengumpul surat suara,” tegas Kelly, Senin (17/12/2018).
Menurut Kelly, sejak Pemilu 2014, Pilkada 2015, Pilkada 2017 dan Pilkada 2018 KPU sudah menggunakan kotak suara dari kardus kedap air ini sebagai sebagaian kotak suara yang dipakai di TPS.
“Agak mengejutkan baru dipersoalkan sekarang. Namun Pemilu 2019 memang sudah tidak dapat menggunakan kotak suara sebelum sebelumnya adalah karena menindaklanjuti klausul ketentuan peraturan dalam UU No. 7 Tahun 2017 bahwa kotak suara harus transparan,” katanya.
Dikatakan Kelly, opsi penggunaan bahan kotak suara beserta spesifikasinya sudah melalui pertimbangan dan keputusan bersama. Karena keputusan pemilihan penggunaan kotak ini termuat dalam Peraturan KPU No. 15 Tahun 2018. Sementara PKPU ini sudah diundangkaan sejak 20 April 2018.
“PKPU lahir didahului dengan konsultasi antar beberapa pihak selain KPU. Ada DPR RI dan Pemerintah. Demikian juga sudah dilakukan uji publik sebelumnya,” kata Alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsri angkatan 1986 ini.
Selain itu, faktor efisiensi dalam pilihan penggunaan kotak suara ini ternyata jauh lebih murah daripada alumunium yang ditunjukkan dengan penghematan uang negara yakni hanya 30 persen dari pagu anggaran yang tertera dalam APBN.
Selain itu, dijelaskan Kelly, kelebihannya yang lain adalah karena ia sekali pakai maka penggunaan karton kedap air.
“Karena jikalau menggunakan alumunium, KPU harus bersiap dalam penyewaan gudang selama bertahun tahun sampai penggunaan berikutnya, biaya penyusutan, biaya penjagaan keamanannya, ditambah biaya perakitan utk setiap penggunaannya. Kelebihan dan kelemahannya tentu ada dari setiap pilihan yang diambil,” jelasnya.
Dia meyakinkan jika kekuatan kotak ini sudah diujicoba oleh KPU RI karena bisa menahan bobot tubuh orang dewasa yang cukup “berbobot” bahkan- yakni hingga 107 kg.
Selain itu, ukuran volumenya demikian pula sudah dipertimbangkan karena kotak akan diisi dengan surat suara, ya namanya juga kotak suara.
“Ukuran volumenya jauh lebih dari cukup untuk memuat 300an lebih surat suara yang terdapat dalam setiap TPS. Semoga bisa sedikit menjelaskan. Untuk antisipasi kelemahan penggunaannya sudah diukur dan disiapkan oleh KPU,” tutupnya