_DSC0104Haluan Sumatera – Sosok Darul Kotni yang cukup sukses beternak ayam serama. Berawal dari hobinya sekitar November 2012 lalu, Darul begitu ia akrab disapa sudah mengembangbiakkan ayam serama impor Malaysia.

“Dulunya, aku nggak tahu apa itu ayam serama. Lama-lama akhirnya aku baru paham bahwa ayam serama ini ternyata punya prospek yang menggiurkan,” kenang Darul yang didampingi istrinya Meli.

Adapun pertamakali Darul memelihara ayam serama boleh dikata hitungan jari. Namun, seiring bertambahnya tahun, ia pun berhasil mengoleksi aneka ayam serama dari berbagai asal. Ada serama Jepang, Kanada, Brunaidarussalam, hingga Malaysia.

“Beternak ayam serama ini sedikit beda dengan jenis unggas lainnya. Ayam ini sangat sensitif baik terhada musim. Siapapun bisa beternak ayam serama, asalkan dia sanggup memeliharanya dengan baik. Artinya, pakan dan kebersihannya perlu diperhatikan,” ungkapnya.

Jika ditotal-total, sambung Darul, pendapatan dari beternak ayam serama ini bisa mencapai jutaan rupiah. Baik itu dari anakan, remaja, serta indukan. Soal kisaran harganya, mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta ke atas. Namun, harga tersebut dapat berubah, tergantung kualitas ayam serama yang dijual.

“Memang  sedari awal  aku telah jatuh cinta dengan ayam serama ini. Karena itu, dari pendapatan jual ayam serama ini, sebagian hasilnya ditabung. Dan sisanya aku belikan ayam serama impor untuk dijadikan indukan,” terang Darul yang kini bermukim di Jalan Macanlindungan, Blok E 21, Kompleks Griya Cipta Sejatera, Bukit Baru, Palembang.

Cerita Darul, tak selamanya pula beternak ayam serama berjalan sesuai harapan. Ini ia alami saat awal-awal memelihara si ‘ayam sombong’ itu. Letak kesulitannya adalah telur-telur ayam serama miliknya banyak yang tidak menetas. Walhasil, Darul beserta istrinya Meli pun berupaya mencari tahu apa saja penyebabnya.

“Ya, akhirnya aku baru tahu ternyata ayam serama idealnya betinanya lebih dari dua ekor. Nggak apa-apa lanangnya satu. Itu ilmu yang dapatkan dari orang yang duluan memelihara ayam serama,” Darul menyebutkan.

 

Si Jojo Sang Juara

Kecintaannya Meli istri Darul pada ayam serama agaknya tak bisa ditawar-tawar lagi.  Meski kesehariannya bertugas sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta, namun Meli teramat mencintai ayam yang satu ini.

“Jujur, aku memang sudah terlanjur cinta dengan ayam-ayam serama ini. Sampai-sampai aku dan suami pergi ke Lampung atau daerah lain semata-mata demi ayam serama,” Meli berkisah.

Pengalaman apa yang berkesan dari ayam serama? Jawab Meli, satu hari ia pernah panik karena ayam kesayangannya mendadak batuk. Seketika pula ia pun bergegas mengobatinya ala kadarnya.

“Coba bayangkan, jangankan obatnya, tanggal lahir anak-anaknya pun ada catatannya. Soalnya, aku tak mau setengah hati soal merawat ayam serama ini,” tutur Meli yang kini sedang memersiapkan beberapa ayamnya bernama Alexander, Zinggo, dan Jojo untuk berkontes.

Di mata Meli, ayam serama miliknya begitu unik, bentuknya kecil dengan dada yang membusung seperti seorang prajurit. Lewat ayam serama ini pula, Meli bisa memiliki banyak teman dari berbagai kota sehingga ia memiliki banyak relasi dari berbagai latar belakang yang berbeda.

Bagi Meli, memelihara ayam serama tidaklah susah, sama seperti memelihara ayam kampung. Namun, perlu perawatan ekstra, yakni dari kebersihan kandang sampai pakan yang diberikan. Selain itu, saat musim hujan, ayam harus ekstra dirawat karena rawan terkena penyakit.

“Kalau soal hobi ayam serama ini, aku tengok banyak sekali peminat,” ucap Meli asal perantauan Nias, Sumatera Utara ini.

Obsesi Meli rupanya terus berpacu. Apalagi, sejak ayam serama miliknya bernama Jordania alias Jojo dinobatkan sebagai Juara 1 Kontes Ayam Serama Cup 2013 kategori Dewasa Ideal.

“Ya, cerita Jojo menang itu pun kami tak menyangka. Sebab, itu baru pertamakalinya kami ikut kontes. Mudah-mudahan pada kontes selanjut bisa juara lagi,” pinta Meli.

Teks                 :Candra Wahyudi

Redaktur          :Rs Djafar