PALEMBANG, HS – Jembatan Ampera yang membentang di Sungai Musi merupakan penghubung antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir, ditabrak oleh tongkang pengangkut batubara, bernomor TB-Tanjung Buyut 2-212 Palembang (ARK 04, GT 3346 No 501/Ab 2013 Baru No 3286 /L), Rabu, (17/5)

Walikota Palembang, H Harnojoyo, mengungkapkan Pemkot Palembang telah menurunkan tim untuk melakukan investigasi di lapangan.

“Secara resmi kita belum tahu kejadian yang sebenarnya, dapat informasi bahwa tali penarik tongkang tersebut putus. Kita sudah turunkan tim untuk mengivestigasi TKP. Sekarang Alhamdulillah sudah beres dan tidak ada korban, serta sudah sesuai aturan bahwa muatan apapun tidak boleh lebih dari 8 meter dan beban muatan tidak boleh lebih dari 7500 ton,” tandas Harnojoyo.

Di tempat yang berbeda, Plt. Sekretaris Daerah Sumsel, Joko Imam Santoso mengatakan, jika itu merupakan suatu kelalaian maka pihak yang terkait harus bertanggungjawab penuh.

“Kita lihat dulu, apakah ini merupakan musibah atau kelalaian. Pemilik kapal tongkang harus bertanggung jawab,” ungkapnya.

Manager Kepanduan PT Pelindo, Tedi Gunawan, membenarkan adanya kejadian tongkang yang bermuatan batubara menabarak fender (pelindung jembatan) Ampera.

“Emang benar kapal tongkang kita menabrak fender (pelindung jembatan) dan sudah kita amankan, kita akan bertanggungjawab dan kita asuransikan. Klaim asuransi sendiri akan didapat setelah hasil survey investigasi dari Singapura,” ujarnya.

Dalam hal ini ia mengakui bahwa kejadian ini merupakan sebuah kelalaian. Adapun terkait aturan, dirinya menyatakan pihaknya sudah mematuhi aturan yang ada.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat ataupun pihak pemerintah, semoga kedepan tidak ada lagi kejadian seperti ini. Muatan yang kita angkut 7500 ton, semua sesuai dengan aturan,” ungkapnya. (ATM)