Foto (Ist)

PALEMBANG,HS – Polisi mengamankan lima buronan tersangka pengeroyokan disertai pembunuhan anggota Brimob Polda Sumsel. Takut dengan ancaman tembak mati, akhirnya kelima pelaku menyerahkan diri. Mereka pun kini terancam hukuman penjara 15 tahun.

Kelima tersangka ini menyerahkan diri di Polres OKU Selatan. Mereka benar-benar ketakutan dengan ancaman tembak mati oleh Kapolda Sumsel, Rabu (2/1).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengakui jika kelima pelaku telah menyerahkan diri. Sehingga, total tersangka dalam kasus tersebut sebanyak 8 orang.

Kedelapan tersangka ini bakal dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan serta Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan seseorang tewas.

“Nantinya (hukumannya) tergantung dengan peran masing-masing tersangka,” kata Kapolda sumsel

Dijelaskannya, kasus ini berawal dari kesalahpahaman, saat tersangka Yongki menyalip dengan memainkan gas di depan anggota yakni Briptu Yusuf. Tak senang dengan perbuatan tersangka anggota brimob pun melakukan pengejaran terhadap tersangka.

Hingga akhirnya berhasil dikejar tepat di Desa tersangka. “Oknum anggota ini pada saat kejadian memang tidak menggunakan seragam dan berpakaian seperti preman,” terangnya.

Hingga kemudian, terjadi perkelahian antara tersangka Yongki dengan oknum Brimob. Oknum brimob tersebut memukul tersangka dengan pistol.

Tak lama kemudian, rekan tersangka berdatangan dengan membawa senjata tajam dan langsung membacok korban serta menusuk korban. Disinggung soal senjata api yang digunakan oknum brimob tersebut. Ia mengaku, bahwa setiap anggota memang dibekali senjata api dan itu melekat disetiap anggota.

“Jadi itu sudah ada izinnya dan itu melekat di setiap anggota,” tutupnya.

Seperti diketahui, Briptu Yusuf yang merupakan anggota brimob Polda Sumsel ditemukan tewas di ruas Jalan Raya Ranau, Kelurahan Batu Belang Jaya, Kecamatan Muaradua, Kecamatan OKU Selatan, Minggu lalu (30/12).

Polisi pun berhasil menangkap delapan tersangka yakni Yongki, 21; Nizar, 27; Zen Oktono, 50; Hartawan, 40; Fandi, 38; Rudi Hartono, 38; Julius Hendra Yudi, 38; dan Indo Saputra, 22.