09867PALEMBANG,HS– Prodi Zakat dan Wakaf Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang terus melaksanakan berbagai perbaikan dalam proses pembelajaran, hal ini merupakan prioritas utama. Salah satu untuk perbaikan pembelajaran prodi ini menggelar workshop kurikulum prodi Zakat dan wakaf.

Kepala Jurusan Zakat dan Wakaf, Sunario mengatakan, jurusan ini terbentuk karena adanya tubrukan kebutuhan saat ini. Berbagai lembaga instansi yang terkait dengan kegiatan Zakat dan wakaf mengeluhkan minimnya tenaga dan karyawan yang profesional dalam bidangnya. “Program ini hadir berdasarkan tuntutan kebutuhan saat ini, jadi berbagai elemen seperti Badan Amil Zakat juga terlibat memberikan beasiswa kepada mahasiswa,” ujarnya disela kegiatan di aula fakultas Dekan Fakultas Syariah, Jum’at (18/11).

Dikatakan Sunario, kegiatan ini melibatakan berbagai elemen baik baik pendidikan, para organisasi Islam yakni MUI, balai Diklat, user prodi dengan tujuan memberikan masukkan terhadap materi pembelajaran bagi para nasiswa apakah sudah tetap atau belum. “Dalam kegiatan ini nanti akan mempertemukan antara materi kuliah para mahasiswa dengan ilmu ataupun skill yang dibutuhkan oleh berbagai lembaga zakat dan wakaf. Tidak menutup kemungkinan nanti ada mata kuliah yang dikurangi ataupun ditambah,” ucapnya.

Saat ini terdapat sebanyak 50 mahasiswa dari dua angkatan, sebagian besar dari mahasiswa mendapatkan beasiswa dari pihak ketiga yang memerlukan alumni dari jurusan ini. Untuk itu, selain pembelajaran materi seperti hukum, manajemen zakat wakaf mahasiswa juga diberikan pembelajaran terkait aplikasi dilapangan. “Dengan masuknya SDM ini bisa memberikan kontribusinya kepada pihak yang membutuhkan, baik untuk SDM sebagai tenaga pekerja hingga untuk tenaga penyuluhan. Sebab saat ini mereka membutuhkan SDM yang berkompeten dalam bidang ini,” paparnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah, Romli Said Ali mengtakan, sebelumnya kurikulum yang telah dibuat ini berdasarkan kesepakan tim yang diseimbangkan dengan berbagai pihak baik badan profesi yang terkait maulun dalam segi agamnya. Namun, kegiatan workshop seperti ini tetap diperlukan untuk mengevaluasi berbagai pelajaran yang bisa dimasukkan dalam kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan pasar yang ada.

” Demi untuk melahirkan alumni yang siap pakai dan dapat mengabdikan dirinya dengan baik pada masyarakat, Kegiatan ini akan rutin dilakukan, paling tidak satu kali dalam satu tahunnya. Sebab, banyak hal positif yang bisa diambil untuk kemajuan jurusan ini,” pungkasnya (Hsn).