00115046

Kapolresta Palembang Kombes Pol Tommy Aria Dwianto

PALEMBANG,HS – Bentrokan antar suporter Sriwijaya FC kembali terus terulang hingga menyebabkan korban jiwa, tak urung membuat gerah Kapolresta Palembang Kombes Pol Tommy Aria Dwianto yang memerintahkan jajarannya memanggil seluruh Korlap suporter Sriwijaya FC untuk dimintai keterangan.
” Kamis besok di panggil, nantii seluruh korlap kita kumpulkan, diajak berdiskusi juga bagaimana mengarahkan anggotanya biar tidak bentrokan terus” kata Tommy, Selasa (18/10).

Tommy menegaskan, korlap sendiri semestinya mengarahkan kepada seluruh anggota mereka agar tidak memancing keributan antar suporter, saat pertandingan berlangsung. Sehingga para penonton yang lain dapat menyaksikan, jalannya pertandingan tanpa ada bentrokan sehingga membuat ketakutan.

“Kalau mau nonton bola yang tertib. Jangan dijadikan ajang atau tempat ring tinju. Kalau mau berkelahi di tempat lain saja. Jika memang hal seperti ini terus terjadi, kita dari kepolisian akan berkoordinasi dengan managemen Sriwijaya FC, sehingga tidak ada suporter ketika pertandingan. Jadi tidak ada kericuhan suporter lagi. Kalau mau nonton jangan pakai atribut suporter” ujarnya.

Dilanjutkan Tommy, kericuhan sendiri terjadi lantaran saling ejek antar suporter. Dari sana, biasanya para suporter akan terlibat bentrokan di luar.

“Jika memang terjadi seperti itu terus. Korlap suporter nanti yang kita tangkap. Karena menjadi profokator, kalau situasi tidak memungkinkan, kita main tanpa suporter saja,” tukasnya.
Kemarahan Kapolresta Palembang ini memang sangat beralasan mengingat baru-baru ini,tindak kekerasan berupa pengeroyokan yang di lakukan sesama suporter telah memakan korban seorang siswa SMA swasta di Palembang, Naga Cenopati (16) yang harus meregang nyawa ketika menyaksikan pertandingan Sriwijaya FC vs Persegres pada Kamis (13/10) kemarin.(SNI)