Wawako Palembang, Fitrianti Agusfinda melihat kondisi 3 rumah bersejarah di Kampung Arab yang hangus terbakar.

PALEMBANG, HS – Kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk Jalan Ali Gatmir, Kampung Arab, Sungai Bayas, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, Kelurahan Kuto Batu 8, Kota Palembang mengahanguskan tiga rumah bersejarah.

Api muncul diperkiran pada pukul 02.00 WIB Rabu (03/5) dini hari dan bisa dipadamkan sekitar 06.00 pagi dengan dibantu delapan unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dan satu unit kapal Polisi Angkatan Laut dari pinggiran Sungai Musi.

Rumah yang terbakar merupakan rumah bersejarah yang kira-kira berusia 250 tahun dan menjadi tempat singgah bagi para ulama dari berbagai daerah jika melakukan ziarah Kubrah menjelang Bulan Suci Ramadhan.

Ahmad Farhan bin Abdulrahman (23), keluarga korban menjelaskan, diketahui kobaran api muncul pertama kali sekitar jam dua malam

dari rumah Habib Syech Ahmad Shahab terus menyambar ke rumah keluarga lain, saat itu semua anggota keluarga sedang tertidur.

“Penyebab munculnya api diduga korsleting listrik, rumah kami di sini semi permanen jadi apinya cepat menyambar ke rumah tetangga sebelah, kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang yang ada, semuanya habis terbakar, kami hanya berusaha menyelamatkan anggota keluarga yang sedang tertidur,” ujarnya.

Sementara Ketua RT 26 Kelurahan Kuto Batu, Fauzi Housin Shahab (51) mengatakan, dari tiga rumah yang terbakar diisi oleh 12 kepala keluarga berjumlah 41 jiwa. Rumah tersebut merupakan rumah bersejarah, rumah pertama para wali yakni rumah Habib Abdulah bin Idrus bin Shahab yang datang langsung dari Yaman.

“Rumah ini adalah rumah para wali. Salah satu orang pertama penyebar agama Islam di Bumi Sriwijaya dan sekarang sudah dihuni sekitar tujuh keturunan. Usia rumah ini diperkirakan mencapai 250 tahun,” ujarnya.

Ia melanjutkan, setiap tahun menjelang bulan puasa diadakan ziarah qubroh yang dihadiri dari berbagai negara seperti Yaman, Malaysia, Arab Saudi serta beberapa negara Asean lainnya.

“Tahun kemarin saja ada sekitar 1500 jemaah yang hadir, tahun ini akan diadakan pada tanggal 19 – 21 Mei dan tempatnya akan dipindahkan di gedung Ba’alawi. Dari kejadian ini yang tersisa hanya Kitab Fiqih sedangkan yang lainnya tidak sempat diselamatkan, kita akan bangun kembali rumah yang terbakar kebentuk semula,” jelas Fauzi.

Sementara, Camat Ilir Timur (IT) II, Syahrul Igama mengatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran dari arus pendek listrik kemudian menyambar ke tiga rumah yang ada disebelahnya.

Rumah tersebut adalah rumah bersejarah yang dulunya huni oleh para wali untuk menyebarkan Agama Islam. Maka dari itu menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kota khususnya Wakil Walikota Palembang Ibu Finda yang terjun langsung melihat kondisi korban maupun tempat terjadinya kebakaran.

“Wakil Walikota turun langsung ke lokasi untuk melihat keadaan korban dan sudah memberikan sejumlah bantuan sembako untuk para korban kebakaran, ia juga minta dibuatkan dapur umum untuk para korban yang terkena musibah. Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut dan kerugiannya diperkirakan mencapai lima miliyar rupiah,” tandasnya. (ATM)