Tersangka beserta barang bukti.

EMPATLAWANG, HS – Satu persatu pelaku begal yang biasa beraksi di jalanan Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati diciduk. Jika sebelumnya 7 (tujuh) terduga pelaku begal dan 1 (satu) terduga pelaku penadahan digiring ke sel tahanan Mapolres Empatlawang, Rabu (29/3), satu lagi terduga pelaku begal harus merasakan dinginnya jeruji sel tahanan.

Diketahui, Periandra alias Goyek (32) seorang yang kesehariannya sebagai sopir angkot warga Jalan Jati Pasar Pendopo, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empatlawang dicokok tim gabungan Polres Empatlawang (Tim Elang) dan Polda Sumsel (Tim Harimau), saat berada di kediamannya. Tersangka juga terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas dibagian atas bahu sebelah kanan, karena mengacungkan pistol ke arah petugas.

Informasi yang berhasil dihimpun Periandra alias Goyek ini, terlibat kasus begal berdasarkan laporan polisi (LP) B /54/VIII/2016/ RES EMPAT LAWANG/SEKTOR PENDOPO tanggal 23 Agustus 2016 dengan korbanya Istilawati alias Is (40) seorang petani warga Desa Nanjungan, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empatlawang.

Kapolres Empatlawang, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasat Reskrim Polres Empatlawang, AKP Robi Sugara membenarkan adanya penangkapan terduga pelaku begal di Kecamatan Pendopo Kabupaten Empatlawang. Menurutnya, tersangka saat ini sudah diamankan di Mapolres Empatlawang guna pengembangan lebih lanjut.

“Dalam menjalankan aksinya pelaku berpura-pura menjadi sopir angkot kemudian mengajak untuk mengantarkan ke tujuan korban. Namun ternyata pelaku tidak mengantarkan ke tujuan, karena di dalam perjalanan pelaku melakukan perampokan, “jelas Robi Sugara kepada wartawan di Mapolres Empatlawang.

Diterangkannya penangkapan yang dilakukan oleh anggota gabungan Tim Elang Polres Empatlawang dan Tim Rimau 4 Polda Sumsel ini atas dasar laporan masyarakat yang selanjutnya dikembangkan oleh pihaknya.

“Setelah dilakukan lidik diketahui pelaku ada di rumahnya, anggota langsung menuju lokasi dan pada saat melakukan penangkapan tersangka melakukan perlawanan dengan membawa senpi sambil mengancam petugas kepolisian. Kemudian tim melakukan tembakan peringatan ke atas, akan tetapi pelaku masih melakukan perlawanan sehingga petugas kepolisian terpaksa melakukan tindakan tegas,” ujarnya.

Disampaikannya, dalam penangkapan itu pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) satu unit mobil pick-up Mitshubisi T120SS warna putih bernomor mesin (Nosin) 4g15c87068 dan Nomor rangka (Noka) MHNU5TU2E7K004833.

“Sementara plat kendaraan bernomor polisi BG 8887 C. turut juga diamankan sepucuk senjata api rakitan (Senpira) dengan¬† amunisi kaliber 38,” paparnya. (ELW)