PALEMBANG,HS – Menindak lanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo terkait evaluasi pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) diwilayah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Provinsi Sumsel berikut Satgas Karhutlah Sumsel menggelar rapat koordinasi dan monitoring pencegahan Karhutla bersama tim Kemenko Bidang Polhukam RI, rapat dipimpin langsung Plt. Sekda Provinsi Sumsel Joko Imam Sentosa di ruang rapat Bina Praja Pemprov. Sumsel, Kamis (2/3).

Hadir dalam rapat ini Ketua tim Kemenko Polhukam, Asdep 4/V Kamtibmas Kemenko Polhukam, Drs. Bambang Sugeng, SH, MH, Danrem 044 Gapo yang juga Komandan Satgas Karhutla Sumsel, Kol. Inf. Kunto Arief Wibowo, SKPD dan stakholder terkait lainnya dilingkungan Pemprov. Sumsel.

Asdep 4/V Kamtibmas Kemenko Polhukam, Bambang Sugeng mengatakan, kunjungannya ini dalam rangka menindak lanjuti analisa dan evaluasi Karhutla Sumsel, langkah langkah yang akan dilakukan kedepan, termasuk langkah penyelesaian kendala yang dihadapi.

Menurut Bambang Sugeng, dari hasil rapat yang dipaparkan Satgas Karhutla Sumsel, semua sudah dilaksanakan dengan baik dan bahkan terkait kendala anggaran yang dihadapi di tahun 2016 diupayakan tidak terulang di 2017, sehingga pencegahan karhutla Sumsel dapat berjalan dengan baik.

“Kita sangat mengapresiasi Satgas Karhutlah Sumsel yang telah melakukan evaluasi, pemetaan daerah rawan dan penetapan status siaga darurat sejak Januari 2017,” ungkapnya.

Lanjutnya Sugeng, perlu diwaspadai bersama bahwa dari perkiraan cuaca tahun 2017 akan sedikit lebih ekstrim dibanding tahun 2016, namun lebih baik dibandingkan tahun 2015.

“Dampak keberhasilan pencegahan karhutla tahun ini akan memberikan warna pada pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang,” ujarnya.

Plt. Sekda Provinsi Sumsel Joko Imam Sentosa mengatakan, rapat koordinasi membahas banyak hal dalam upaya pencegahan dan penaganan Karhutla, diperkirakan kondisi cuaca khusus wilayah Sumsel di 2017 musim kemarau akan lebih panjang, sehingga langkah antisipasi harus dilaksanakan dengan baik.

Joko Imam Sentosa mengharapkan seluruh stakholder yang tergabung dalam Satgas Karhutla Sumsel dalam waktu dekat dapat melakukan pemetaan terkait kendala dan upaya pencegaha karhutla yang dilakukan dari masing-masing bidang. “Semua stakholder lakukan pemetaan sesuai bidang masing-masing, inisangat penting sebagai bahan laporan dan evaluasi kedepan,” ujarnya.

Sementara, Komandan Satgas Karhutla Sumsel, Kol. Inf. Kunto Arief Wibowo mengatakan, diseluruh wilayah Sumsel terdapa 483 Posko Karhutla tersebar di seluruh daerah untuk mengantisipasi terjadinya karhutlah di Sumsel.

“Sudah dipetakan daerah rawan karhutla Sumsel tahun 2017 diantaranya 150 lebih Desa rawan karhutla meliputi Kabupaten OKI, OI Banyuasin dan OKU Timur, dan sudah disiapkan satgas yang akan menangani daerah rawan ini,” pungkasnya.(Rilis Humas Pemprov)