PALEMBANG,HS – Tim Transisi dan singkronisasi Gubernur terpilih Sumatera Selatan yang terdiri dari 9 orang menemui Pj gubernur Sumsel, untuk persiapan pelatikan, Gubernur Herman Deru dan wakil Gubernur Mawardi Yahya terpilih periode 2018-2023.
Pertemuan sendiri selain memperkenalkan diri, juga untuk melakukan pembahasan agenda kerja gubernur dan wakil gubernur terpilih, usai dilantik nanti.
Juru bicara tim transisi dan singkronisasi HDMY Anggi F Hasiholan mengatakan, kedatangan ke kantor gubernur ini bertujuan menjalin silaturahmi dengan Pj Gubernur Sumsel Hadi Prabowo, serta mengenalkan diri kepada jajaran pemerintah provinsi terkait tim transisi dan singkronisasi gubernur terpilih, agar diikutsertakan untuk melakukan pembahasan agenda kerja gubernur terpilih. Pasalnya, usai dilantik nantinya gubernur langsung bekerja untuk merealisasikan visi dan misi saat kampanye lalu.
“Jadi tugas tim transisi dan singkronisasi ini nantinya melakukan penyesuaian-peyesuaian setelah gubernur terpilih dilantik. Karena setelah dilantik gubernur terpilih nantinya akan langsung bekerja, jadi untuk program-programnya harus mulai star semua. Hal ini yang coba kita diskusikan dengan Pj Gubernur Sumsel saat ini,” katanya, usai melakukan pertemuan dengan Pj Gubernur Sumsel Hadi Prabowo, di kantor gubernur Sumsel, Rabu (26/9/2018).
Ia menjelaskan, tim transisi yang jumlahnya 9 orang ini diketua oleh, Mariam Syarkawi serta, terdiri dari berbagai unsur dan latar belakang misalnya, dari akademisi, birokrat, dan lain-lain, dan orang-orang ini merupakan kepercayaan gubernur terpilih Sumsel.
“Jadi, karena gubernur terpilih ini setelah dilantik akan langsung bekerja dengan adanya tim transisi ini akan ikut  serta dalam penganggaran, Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang RKPD). Serta, adanya Tim Transisi ini juga akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintah meskipun pelantikan resmi belum terlaksana,” ujarnya.
Menurut Anggi, tim transisi ini sangat banyak manfaatnya terutama bagi gubernur dan wakil gubernur terpilih, khususnya untuk membatu pemerintahan baru beradaptasi.
“Tim ini akan membantu memangkas waktu, sehingga sehingga gubernur dan wakil gubernur terpilih nanti tidak butuh waktu lagi untuk beradaptasi. Jadi adaptasi lebih awal sekarang ini. Makanya nanti kita akan membantu untuk mensinkronkan program-programnya dengan APBD yang sedang berjalan sekarang ini,” jelasnya.
Lebih lanjut Anggi mengatakan, tim ini tidak akan terbentuk jika tidak ada keinginan yang kuat, keterbukaan, dan komunikasi dari Pj. Gubernur, Sekda dengan gubernur dan wakil gubernur terpilih.
“Ini kan karena adanya keinginan yang baik dari Pj Gubernur, karena kecintaan beliau dengan daerah ini. Walau pun secara konstruksi regulasi ada hak, namun biasanya sesudah mereka dilantik. Ini justru diawal diberikan ruang untuk sama-sama mendiskusikan terkait program-program yang akan dilaksanakan nanti,” bebernya.
Ia menambahkan, program yang baik gubernur sebelumnya tentunya akan terus ditingkatkan dan dipertahankan. Terus program seperti apa yang perlu diajukan, sesuai dengan janji pada saat kampanyenya.
“Sebelum gubernur dan wakil gubernur terpilih dilantik target ini semua akan selesai,” tutupnya