PALEMBANG,HS – Persatuan Pemuda Pemantau Pemilu Kabupaten PALI menduga Tim Seleksi (Timsel) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel kecolongan karena meloloskan seorang komisioner KPU Pali,  Sunario yang diduga terjerat kasus penggelembungan suara pada Pileg Palembang 2014.
Persatuan Pemuda Pemantau Pemilu Kabupaten PALI,  Wahab mengatakan anggota Komisioner Pali, Sunario. 
Kabupaten integritas tim komisioner komisi Pemilihan Umum (KPU)  PALI, Sunario pernah terlibat dalam kecurangan pemilu tahun 2014 lalu. Dimana yang bersangkutan bersama beberapa rekannya sebagai PPK dan PPS Kecamatan IB I Palembang diduga membawa format C1 di salah satu hotel di Palembang. 
“Suario itu kan pernah di OTT karena kasus penggelembungan suara pada pileg 2014. Sekarang kami mempertanyakan integritasnya kenapa bisa sampai duduk di KPU Pali,” katanya,  Jumat (22/2/2019).
Wahab pun mempertanyakan kenapa sampai saat ini kasusnya tidak berjalan dan diproses secara hukum. Padahal jejak digitalnya diduga melakukan penggelembungan suara sudah sangat jelas. 
Dia pun khawatir, jika Sunario bakal melakukan tindakan serupa di Kabupaten Pali pada Pileg 2019. Maka itu, ia berharap pihak terkait harus menelusuri kasus yang bersangkutan. 
“Secara etika kan dia tidak boleh menjabat,  karena Sunario sudah cacat secara hukum. Kami khawatir kasus yang dilakukannya terjadi di Pali,” tegas Wahab.  
Sementara itu,  Komisioner KPU Pali, Sunario mengakui memang pernah ada kasus tersebut dan saat ini permasalahannya sudah selesai tidak ada masalah lagi. 
Menurutnya,  kasus itu sudah diselesaikan oleh Bawaslu Sumsel ditingkat gubernur. Untuk proses hukumnya sendiri Sunario mengklaim sendiri tidak ada, karna kasus tersebut tak terdapat unsur pidana. 
“Tidak benar dugaan itu,  karena permasalahannya sudah selesai semua. Unsur pidananya pun tidak ada. Biasa kasus seperti ini ada orang yang iri,” tutup Sunario.