PALEMBANG,HS – Dinas Perdagangan Sumsel hingga saat ini masih menunggu impor bawang putih dari Cina. Hal itu untuk menekan tingginya harga bawang putih dan memenuhi kebutuhan komoditas tersebut sebanyak 40 ton perhari,  Selasa (7/5/2019).
Plt Kepala Dinas Perdagangan Sumsel,  Yustianus mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat ke pusat mengenai kebutuhan bawang putih di Sumsel sebanyak 40 ton perhari. Maka itu hingga saat ini Dinas Perdagangan Sumsel masih menunggu impor bawang putih dari Cina.
“Kemungkinan pekan depan bawang putih impor akan sampai,  kita di daerah sifatnya menunggu saja. Karena impor itu kebijakan pusat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, apabila bawang putih impor telah sampai,  maka pihaknya langsung segera menyalurkannya melalui operasi pasar murah ke pasar-pasar tradisional dan pemukiman padat penduduk. Hal itu dilakukan demi menekan melambungnya bawang putih yang kini harganya nyaris setara daging sapi.
“Selain menggelar OP bawang putih, pasokan nanti juga akan kita salurkan ke para distributor,” tegas Yustianus.
Menurutnya,  kebutuhan bawang putih sebenarnya tak terlalu mengkhawatirkan. Lantaran komoditas itu bukan merupakan bahan pokok utama.  Hanya saja, karena kondisinya saat ini sedang langka dan harga melambung tinggi, maka  berdampak dengan menjeritnya masyarakat.
“Kita harapkan dengan impor bawang bakal membuat harga kembali normal. Jadi kami harap kepada masyarakat agar sedikit bersabar,” tutupnya