PALEMBANG,HS – Sekitar 3.992 guru honorer disekolah SMA/SMK di sumatera selatan belum menerima haknya sejak januari 2017 hingga sekarang.

Menanggapin hal itu Kepala Badan Keuangan dan Pengelola Aset Daerah Provinsi Sumsel, Laonma PL Tobing. Mengakui, memang saya sudah menerima laporan sebanyak 3.992 guru honor belum menerima gajinya sejak Januari hingga sekarang.

Menurut Tobing, guru honor yang tercatat itu masih mengantongi SK dari pemerintah kabupaten/kota di Sumsel Karena saat ini pengalihan guru dan asset SMA/SMK sudah ditangan Pemprov Sumsel, maka honorer yang ada didalamnya juga seharusnya mengantongi SK dari provinsi.

Dia juga mengakui, pihaknya telah meminta kepada Dinas Pendidikan Sumsel untuk segera menerbitkan SK bagi para guru honorer tersebut.

“Ya, Untuk hak tenaga pengajar honorer itu harus segera dibayarkan Sejak Januari hingga Maret ini. Apalagi mereka sudah bekerja dan butuh honor untuk menunjang kehidupannya,” ujarnya

Dia menambahkan, Adapun dana yang dipakai untuk pembayaran honor mereka, menggunakan dana program sekolah gratis milik Pemprov Sumsel, bukan menggunakan dana BOS.

Dia juga mengharapkan, Disdik Sumsel harus segera melakukan evaluasi ke masing – masing sekolah Apabila dalam satu sekolah kelebihan guru honor maka bisa dialihkan ke sekolah lain Namun jika memang benar kelebihan dan guru-guru honor di semua sekolah sudah cukup, maka Disdik Sumsel harus memutuskan untuk mengurangi atau memotong jumlah guru honorer ini.

“Ya Dibayar dulu hak mereka lalu akan kita langsung evaluasi. Setelah evaluasi ini, Disdik Sumsel harus segera melakukan pengangkatan dan mengeluarkan SK bagi guru-guru honorer ini. Dengan dikeluarkannya SK, maka hak guru-guru ini tidak