PALEMBANG,HS – Pembangunan Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) diklaim sudah selesai pengerjaannya, khusus untuk seksi I (akses Palembang-Pemulutan) dimana tercatat persentasenya mencapai 99 persen, dan PT Hutama Karya (Persero) selaku kontraktor pengerjaan tol sepanjang 22 kilometer itu mengklaim saat ini ruas jalan tol itu sudah siap dibuka untuk dilalui kendaraan,

Manager Proyek PT Hutama Karya (Persero) Divisi Tol Palindra, Hasan Turcahyo mengatakan, pembangunan tol Palindra sudah dilakukan sejak 30 April 2015 dimana peletakan batu pertama dilakukan langsung Presiden Joko Widodo. Ditarget akhir Desember 2017 ini, ketiga seksi tol sudah selesai pengerjaan. Baik seksi I (Palembang-Pemulutan) sepanjang 7 kilometer, seksi II (Pemulutan-KTM Rambutan) sepanjang 5 kilometer, dan seksi III (KTM Rambutan-Indralaya) sepanjang 10 kilometer.

“Ya, saat ini, seksi I sendiri sudah selesai. Setidaknya sudah mencapai 99 persen. Sisanya hanya penyelesaian gerbang tol di Pemulutan. Untuk gerbang tol Palembang sudah selesai, dimana masing-masing gerbang tol, ada 3 pos keluar, 3 pos masuk, dan 1 pos tambahan (fleksibel),” terangnya Jumat (15/9/2017),

Lanjutnya, Selain mengebut penyelesaian gerbang tol Pemulutan, pihaknya juga tengah menyebut penyelesaian jembatan simpang susun Pemulutan yang dimanfaatkan untuk akses interchange ruas jalan tol di seksi I tersebut, Jika sudah ada mandat dari pemerintah pusat untuk tol dibuka umum,

Ia juga menyatakan, kesiapannya Hanya saja, sampai saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah terkait dibukanya ruas jalan tol seksi I.

“Pada 25 September ini, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan datang dan melakukan penilaian terkait operasional jalan tol ini. Setelah ini baru akan didapat kepastian operasional tol Palindra seksi I ini,” ungkapnya

Ia menambahkan, Selain melakukan penilaian jalan tol, akan dibahas juga mengenai rencana penerapan tarif di jalan tol ini. Berdasar prediksi Hutama Karya saat ini, untuk tarif sendiri dipatok khusus golongan I Rp750 per km, golongan II Rp1.100 per km, golongan III Rp1.300 per km, golongan IV Rp1.700 per km dan golongan V Rp2.000 per km.

“Ini baru rencana, nanti akan kepastian mengenai tarif jalan tol ini,” ungkap dia.

Ia juga menerangkan, untuk seksi II saat ini progresnya masih terbilang kecil yakni 25 persen, berbeda dengan seksi III yang presentasenya mencapai 81 persen dan Secara keseluruhan, kata dia, Desember 2017 ini semua seksi yang ada di jalan tol Palindra selesai.

“Harapan kita setelah selesai bisa langsung dilalui masyarakat pengguna kendaraan,” tandasnya. (MDN)