PALEMBANG,HS – Setiap Bulan Puasa Masjid Al Mahmudiyah yang lebih dikenal masyarakat, masjid suro yang berada dikawasan jalan Ki Gede Ing Suro 30 Ilir. Membagikan bubur untuk berbuka puasa kepada masyarakat yang ingin berbuka puasa di Masjid Suro.

Kartibi pembuat Bubur Masjid Suro, mengatakan pihaknya dari jam 2 siang sudah mulai memasak bubur untuk disiapkan berbuka puasa nanti.

“Ya, senang melakukan kegiatan bermanfaat seperti ini, walaupun ldirasakan,” ujarnya saat ditemui dimasjid suro sabtu (19/5/2018).

Ia juga mengatakan, untuk awal puasa perhari pihaknya memasak sekitar 5 kilogram beras. Kemudian, diatas 15 hari hingga 30 hari beras yang dijadikan bubur pun dikurangi karena banyak warga yang mengirimkan makanan juga ke Masjid.

“Bubur ini bukan hanya dimasak saja, tetapi juga diberikan daging, rempah-rempah dan juga kecap,” katanya

Lanjutnya, tradisi bubur gratis di salah satu masjid tertua di Kota Palembang, yang usianya telah memasuki  lebih dari 100 tahun. Ia mengungkapkan tidak pernah berubah sejak tahun 1432, hingga sekarang.

“Dari saya tinggal di masjid ini pada tahun 71, tidak ada yang berubah untuk Tradisi pada bulan puasa, terkhususnya untuk memasak bubur tidak ada yang berbeda,” pungkasnya

Ia menambahkan, Bubur daging yang dimasaknya hingga saat ini masih diburu dan disukai oleh warga. Bahkan warga rela mengantri, agar dapat berbuka puasa dengan bubur yang di buat oleh dirinya.

“Saya sangat terharu, warga disini banyak menyenangi bubur buatan saya, mereka rela antri untuk dapat menikmati bubur, ada juga anak-anak ikut mengantri,” tuturnya

Walaupun tak ada yang istimewa pada bubur tersebut. Seperti membuat bubur daging pada umumnya. Namun tradisi dan sejarah yang panjang yang membuat bubur tersebut menjadi istimewa bagi warga.

Jadi untuk apalagi, jika bingung mau berbuka puasa dengan apa dan dimana tempatnya?, Yah datang aja ke Masjid Suro, yang berjarak satu kilo meter dari pusat kota Palembang.