Muara Enim,HS-Kini kendaraan batu bara berulah lagi seakan tak hentinya memakan korban Buntut kecelakaan yang terjadi pada rabu (19/7) lalu antara Mobil Dumtruk angkutan Batubara kosong dengan sepada Motor Juviter Z yang di kendarai oleh M Reza Alkhafi (20) warga kelurahan Pasar tiga Talang jawa Muara enim ,yang mengakibatkan pengendara tewas di tempat kejadian di Desa lembak , masih berbutut panjang .

Pada jum’at (28/7) sore , pihak keluarga melakukan aksi Penyetopan terhadap angkutan Batubara .

Berdasarkan Informasi yang dihimpun di lapangan , Tampak Puluhan Masyarakat Desa Tanjung Raman kecamatan Ujanmas , melakukan aksi penghadangan , menuntut agar pihak angkutan Batubara bertanggung jawab atas tewasnya M Reza Fakhlefi.

Faisal, orang tua korban saat diwawancarai di lokasi aksi mengatakan , kami meminta agar supaya pihak angkutan Batubara bertanggung Jawab atas kejadian yang mwnimpa anaknya tersebut hingga meninggal dunia.

Sejak kejadian hingga saat ini kami belum ada kesepakatan dengan pihak anggkutan, sepertinya mereka tidak ada niat baik untuk menyelesaikan permasalahan ini . Memang saya akui pernah ada utusan dari pihak asosiasi angkutan untuk menyelesaikan namun kami belum terima, selain kami masih dalam keadaan berkabung , mereka juga hanya ingin memberikan santunan sebesar Rp 5 juta rupiah dan juga ditambah yang pemilik kendaraan sebesar Rp 25 juta , apa hanya segitu harga nyawa anak saya ujar Faisal Sedih kepada awak Media .

Faisal menambahkan , Anak Kami tidak ada harga kalau di nilai dengan uang , kami minta niat baik mereka untuk penyelesaian dan tanggung jawab atas musibah anak kami tersebut ujar Faisal Lirih.

Kami tidak akan berhenti melakukan aksi penyetopan ini kalau belum ada kesepakatan antara Kami sebagai Korban dengan Pihak angkutan Batubara tegas Faisal.

Sementara itu Amirhan (48) Warga Tanjung Raman yang juga merupakan keluarga Korban mengatakan, Kami melakukan aksi ini sebagai bentuk solidaritas kami selaku keluarga dan masyarakat Tanjung Raman , kamu akan terus lakukan aksi ini sampai adanya kesepakatan antara pihak korban dan Angkutan Batu bara, dan meminta kepada pihak Kepolisian untuk segera mengkap Sopir Angkutan Batubara yang hingga saat ini masih melarikan diri , aksi ini kami lakukan dengan Damai dan tidak akan Anarkis , kami hanya menghadang angkutan batubara saja baik yang kosong maupun berisi .kalau kedaraan lain kami tidak akan stop jelas Amirhan.

Dari pantauan di lapangan Tampak anggota Satuan Lalu lintas Polres Muara Enim melakukan pengaturan jalan agar tidak terjadi kemacetan, serta Berapa anggota Polsek Dan Polres melakukan pengawasan agar tidak ada keributan .(Edward)