PALEMBANG,HS – Rencana pembangunan sirkuit Motorcross MX-GP di Sumatra Selatan masih menjadi rahasia dan belum dipastikan, Hal itu karena anggaran dari promotor untuk pembangunan sirkuit sendiri belum diputuskan hingga saat ini, sementara tenggat waktu pada 6 September 2017 ini,

“Kita masih menunggu anggarannya, Memang batasnya sampai dengan besok (hari ini) tapi tidak begitu juga, karena kan sesama kawan,” kata Gubernur Sumsel, Alex Noerdin Rabu (6/9/2017),

Diakui Alex, pihaknya masih mencari kemungkinan bagaimana pembiayaan untuk pembangunan sirkuit tersebut. Sebab kalaupun tidak bisa dipaksakan, kata Alex, karena Moto GP harus juga dikejar pada Juni atau Juli 2018 nanti sementara dua minggu setelahnya adalah gelaran Asian Games.

“Kalau sama kawan, tidak perlu mau berkeras. Bayangkan jika ini mengganggu kesiapan acara ini. Mungkin ini bisa dilaksanakan di 2019, tapi masih kita usahakan bisa pada 2018 dilaksanakan di Palembang,” kata dia.

Jika nantinya sudah ada keputusan mengenai anggaran pembiayaan sirkuit tersebut, kata Alex, maka tentunya harus kejar target. Dimana sebelum Juli 2018, sirkuit sudah selesai dibangun.

“Sebenarnya tidak begitu susah untuk pembangunan sirkuitnya. Hanya pembangunan sirkuit, di lahan terbuka dikembangkan dan diobok-obok langsung bisa dibuat sirkuitnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Perumahan, Basyaruddin Ahmad mengaku, pembangunan sirkuit memang belum dilakukan karena menunggu IMI dan promotornya yang belum diputuskan.

“Keputusan ada ditangan Pak Gubernur dan promotor itu,” kata dia.

Untuk rencananya, sirkuit Motorcross MX-GP membutuhkan waktu lima hingga tujuh bulan dimana sudah disiapkan 15 hektar lahan di Jakabaring Palembang, tepatnya di bagian utara Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Pembangunan sirkuit diakuinya memang cukup mudah karena hanya terfokus pada track saja, karena untuk tribun penonton bisa dengan sistem temporary.

“Ini anggarannya memang penuh dari promotor. Tapi rencana kita, track ini bisa dimanfaatkan selanjutnya secara permanen untuk arena motorcross lain,” jelasnya.

Kalau nantinya sudah selesai masalah anggaran, kata Basyaruddin, maka diyakini bisa selesai tepat waktu sebelum gelaran Motorcross MX-GP pada Juli 2018. (MDN)