foto (Ist)

PALEMBANG,HS – Kompetisi Liga 1 2018 menjadi sejarah kelam bagi Sriwijaya FC. Tim yang memiliki segudang prestasi di sepakbola tanah air itu gagal bersaing dan kini harus rela turun kasta ke kompetisi Liga 2.
Sriwijaya FC terdegradasi usai takluk dari Arema FC 1-2 di pekan terakhir Liga 1, Minggu 9 Desember 2018. Gagal meraih tiga angka di Stadion Kanjuruhan Malang, Laskar Wong Kito tidak mampu keluar dari zona merah dan hanya finish di peringkat 17 dengan koleksi 39 poin.
Kegagalan Sriwijaya FC bertahan di Liga 1 menyisakan kesedihan yang mendalam bagi masyarakat Sumatera Selatan. Manajemen Sriwijaya FC juga menyampaikan permohonan maaf atas hasil yang kurang memuaskan tersebut.
Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Muddai Madang mengatakan, kekalahan ini tentunya sangat menyedihkan bagi pencinta Sriwijaya FC, tapi bukan berarti menghilangkan optimisme.
Selaku Direktur Utama PT SOM, sekaligus sebagai pemilik saham mayoritas, Muddai menyatakan menjadi pihak yang paling bertanggung jawab dan paling berkepentingan dalam perjalanan Sriwijaya FC di kompetisi Liga 1.
“Kami jelas sangat kecewa. Kmi sudah mengerahkan pikiran dan mengeluarkan biaya. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada mayarakat Sumatera Selatan, khususnya pecinta Sriwijaya FC yang selama ini memberikan dukungan,” kata Muddai, Senin (10/12/2018).
Menurutnya, manajemen klub sebenarnya sudah berusaha maksimal menjaga marwah Sriwijaya FC untuk tetap berada di Liga 1. Upaya itu dilakukan dengan mendatangkan pelatih yang berkualitas, serta memastikan kelancaran pembayaran gaji.
Akan tetapi, usaha itu tetap gagal sehingga tim harus menerima kenyataan pahit turun kasta setelah 14 tahun berkiprah di kasta tertinggi sepakbola tanah air.
“Inilah olahraga, yang mana naik turun kasta itu menjadi bagian dari seni olahraga sepak bola. Juventus dan Sampdoria juga pernah terdegradasi ke Serie B Italia. Maka dari itu, ini bukanlah akhir dari segalanya,” katanya
Selama berkiprah di kasta tertinggi, Sriwijaya FC pernah meraih gelar juara pada musim 2007-2008 dan 2011-2012. Sriwijaya FC juga tercatat di dalam sejarah sebagai tim pertama yang meraih gelar juara Piala Indonesia tiga musim beruntun, mulai dari 2008, 2009 dan 2010.
Ia berjanji, manajemen klub akan berjuang maksimal pada kompetisi musim depan agar meraih hasil terbaik. Sehingga Sriwijaya FC hanya semusim berada di Liga 2 untuk kemudian memastikan satu tempat di Liga 1 2020.
“Kami tetap optimis dalam berjuang untuk mengembalikan Sriwijaya FC ke habitatnya di Liga 1,” tutupnya