fadhiliah-shandy-dan-m-wahyu-ramahdan-merebut-medali-perunggu-di-ajang-festival-inovasi-dan-kewirahusahaan-siswa-indonesia-fiksi-yang-pertama

Fadhiliah shandy dan M Wahyu Ramahdan, Siswa kelas 12 SMA negeri Sumatera Selatan

PALEMBANG,HS –Siswa kelas 12 dari SMA negeri Sumatera Selatan berhasil menggungguli puluhan peserta dari perwakilan 22 provinsi yang ikut serta dalam ajang FIKSI di bandung 21-24 september lalu. Membawa inovasi cemilan tusuk gigi dengan berbahan jamur tiram, berhasil menghantarkan Fadhiliah shandy dan M Wahyu Ramahdan merebut medali perunggu di Ajang festival Inovasi dan kewirahusahaan siswa Indonesia (FIKSI) yang pertama.

Saat di sekolahnya yang berada di Jalan pangeran ratu seberang ulu, kedua siswa yang tengah habis mengikuti prosesi kegiatan peringatan 1 Muharram mengaku tak menyangka bisa menjadi 3 terbaik di ajang FIKSI Tersebut. Pasalnya, mereka sempat merasa pesimis hingga ragu untuk dapat merengkuh medali di ajang pertama FIKSI tersebut.

“ Rasa pesimis tersebut karena persiapan kita untuk ikut FIKSI hanya empat hari, ini dikarenakan kami berdua baru diberitahu oleh panitia lolos maju sebagai finalis empat hari sebelum hari H. Sedangkan peserta lain sudah diinformasikan seminggu sebelumnya,” ungkapnya M wahyu,kepada Haluan sumatera, Senin (3/10).

Lebih jauh M Wahyu menguraikan, berdasarkan konfirmasi dari panitia pusat keterlambatan ini karena mereka berdua merupakan peserta cadangan yang baru diberikan tiket lolos pasca ada satu tim peserta yang mengundurkan diri. Hal inilah yang membuat keduanya diliirik untuk menggantikan karena judul makalah yang terbilang menarik dan inovatif yakni ‘Sumur ‘ alias tusuk gigi jamur.

“ Keuntungan karena hanya 4 hari persiapan, semua hal sudah kita siapkan dari Palembang sebelum ke Bandung, sehingga saat tampil disana kami tidak harus disibukan membuat dekokrasi hingga PPT presentasni. Dimana akhirnya membuat kami berdua lebih enjoy saat tampil,” ungkapnya.

Alhasil, dalam hal presentasi pihaknya mampu menjawab dengan amat baik, sekaligus di sesi pameran produk makanan yang dibuat mampu menarik minat pengunjung. Pasalnya , selain stand yang dibuat unik dan menarik, ditambah cemilan sumur yang enak membuat pengujung suka.“ Mungkin inilah menjadi pertimbang juri, yang akhirnya memutuskan kami menjadi peraih medali perunggu atau juara ketiga. Tentunya prestasi ini sangat membanggakan buat kami berdua,” jawabnya.

Sementara itu dalam proses awal pembuatan ‘Sumur’, diceritakan oleh Fadhillah berawal dari proyek kewirahusahaan sekolah yang diwaktu duduk di kelas XI semester dua. Memanfaatkan budidya jamur tiram di sekolah, keduanya memiliki ide mmebuat makanan khas Palembang berupa cemilan tusuk gigi yang terbilang sudah kian memudar.

“ Inspirasi kita dari kekhasan tusuk gigi sendiri, dimana keeksisan sudah mulai hilang. Dari situlah muncul ide buat membuat makanan tusuk gigi dengan rasa baru menggunakan jamur tiram,” jelasnya.

Beragam masalah pun keduanya temui saat mencoba membuat makanan tusuk gigi dari jamur tersebut, mulai dari kekerasan, kelembutan hingga rasanya yang kurang ditambahn dengan keterbatasan waktu karena aktivitas wajib disekolah. Dimana baru pada percobaan ke empat kalinya, mereka berhasil menemukan komposisi yang pas.“ Project inilah yang kami tampilkan di FIKSI tahun ini, kami menawarkan manfaat jamur tiram yang tinggi protein dan cocok bagi masa pertumbuhan ditambah tanpa bahan pengawet, syukur semua diterima dengan sangat baik,” paparnya.

Kedepan, keduanya kompak ingin terus melanjutkan project inovasi dari ‘sumur’tersebut dengan berencana mengembankan varian rasa yang ada. Untuk sekarang cemilan ‘Sumur’ hanya terbagi pada kategori Original dan pedas saja dengan harga Rp 6000 ukuran 125 gram, inilah akan diperbanyak lagi nantinya.“ Kalau saran dari juri kemarin, bentuk dari tusuk giginya harus diperbaiki karena masih kurang pas, selain itu kita diminta untuk terus mengembangkan. Keingingan kami berdua bisa membuka usaha sendiri dengan cemilan tusuk gigi tersebut,”pungkasnya.

Terpisah, PLT Kepala SMAN Negeri Sumsel, Nanang Priyatno mengungkapkan pihaknya sangat bersyukur dengan prestasi yang diraih dua anak didiknya tersebut. Mengingat dari Sumsel sendiri hanya mereka berdua yang menjadi perwakilan dengan mampu meraih medali perunggu.“ Apalagi bidang FIKSI ini sangat unik karena menciptkan siswa yang berjiwa inovasi dan kreatif. Ini keikusertan sekolah kita yang pertama dimana tahun depan kita akan lebih mempersiapkan kembali siswa kita agar mampu meraih prestasi yang lebih baik lagi,”tandasnya.
.