PALEMBANG,HS – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Provinsi Sumsel mencatat, dibutuhkan dana idealnya sebesar Rp 25 triliun untuk membuat kondisi jembatan dan jalan yang menjadi tanggungjawab provinsi sepanjang total 1.513 kilometer kembali mulus Kepala PUBM-TR Provinsi Sumsel, Ucok Hidayat mengatakan, jumlah ruas jalan yang menjadi tanggungjawab provinsi cukup panjang. Namun,

masalahnya anggaran yang dimiliki sangat terbatas.

“Harusnya, untuk
perbaikan dengan rencana jalan seperti usia 10 tahun begitu timbul
kerusakan awal maka jenis perbaikan seharusnya adalah langsung peningkatan kapasitas jalan, bukan perawatan lagi,” jelasnya Selasa
(20/3/2018).

Jika dilakukan pola demikian, maka 1.513 kilometer jalan milik
provinsi saat ini kondisi seluruhnya sudah ditingkatkan. Hanya saja,
karena keterbatasan anggaran membuat hal itu tidak dapat dilakukan.

“Jika melihat kondisinya, maka untuk membuat jalan provinsi ini mulus secara keseluruhan setidaknya dibutuhkan dana Rp 25 triliun,” tuturnya

Dikatakanya, anggaran yang ada seperti di tahun ini, kebetulan hanya sekitar Rp 500 miliar, itu pun harus dibagi-bagi untuk perbaikan dan peningkatan.

“Oleh karena itu, perbaikan diutamakan yang prioritas dulu, dalam artian jalan tersebut fungsional atau bisa dilewati
terlebih dahulu,” urainya

Ucok menjelaskan, ada tiga jenis perbaikan jalan, yakni pemeliharaan
rutin, lalu pemeliharaan berkala, dan untuk kerusakan jalan yang telah habis masa perawatanya adalah peningkatan.

“Untuk yang terakhir
tersebut memerlukan anggaran yang lebih besar. Sebagai gambaran, untuk peningkatan jalan anggaran puluhan miliar hanya bisa memperbaiki jalan
beberapa kilometer jasa,” ujarnya

Saat ini, kata Ucok, dari total panjang jalan provinsi tersebut 30
persen atau sekitar 450 kilometernya dinyatakan rusak dalam beberapa kategori, yakni ringan, sedang dan berat. Utamanya di daerah OKU
Timur, OKI, dan OI, dan Lubulinggau.

“Rata-rata perbaikan yang dilakukan dengan cara tambal sulam,” katanya.

Sementara untuk peningkatan jalan, difokuskan ke sejumlah daerah yang dinilai paling bembutuhkan. Seperti OKU Rp 40 miliar, Ogan Iilir Rp 23 miliar, dan di Lubuklinggau Rp 20 miliar.

“Anggaran tersebut berasal
dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Tapi ada juga dana dari APBD Sumsel sekitar Rp 40 miliar juga untuk peningkatan jalan daerah OKU,” pungkasnya

Meski demikian, kata Ucok, bukan berarti peningkatan jalan tidak
dilakukan di daerah lainya. Sementara waktu daerah lainya akan dialkukan pemeliharaan berkala terlebih dahulu.

“Kami akan megusulkan tambahan anggaran pada APBD Perubahan untuk perbaikan sejumlah ruas
jalan lainya,” tutupnya