PALEMBANG,HS – Aspirasi Silaturahmi Kebangsaan dan Relawan Ganti Presiden#2019GantiPresiden Sudah Saatnya Prabowo Sandi Provinsi Sumsel digelar di Al Azhar Convention Hall, Sabtu (27/10/2018).
Hadir dalam acara tersebut Ketua Pusat Relawan Ganti Presiden yakni Neno Warisman dan puluhan ulama diantaranya Ustad Solihin Hasibuan,  Ustad Taufik,  Habib Mahdi,  Ustad Umar Said dan lainnya.
Ustad Solihin Hasibuan mengatakan,  yang hadir disini harus iklas karena Allah.
” Orang iklas dicaci katek urusan.  Kita orang- orang cerdas.  Bukan bicara dunia,  pemimpin yang kita cari selamat dunia dan akherat,” ujarnya.
Solihin mengungakapkan,  hadir disini ada sekitar 20 ustad.
“Mulai hari ini,  kita kosongkan ceramah,  demi bulan April.  Kita berjuang supaya Capres nomor 2 menang.  Karena kalo nomor dua kalah,  kita tidak bisa ceramah. Luruskan niat,  2019 ganti Presiden,” tegasnya.
Lebih lanjut Solihin menuturkan,  kalau ingin menang relawan iklas, bersungguh sungguh.
“Pemimpin yang kita cari adalah  Pilot yang bagus bisa terbang baik, dan landing yang benar. Sabar dan berdoa kepada Allah agar Capres nomor 2 menang, ” katanya.
Solihin menuturkan,  saat ini bendera Tauhid dibilang HTI. ” Kesungguhan kita 4 bulan ini,  dibalas Allah. Target kita di Sumsel Prabowo dan Sandi menang.  Sekuat tenaga,  berjuang dengan iklas untuk Prabowo dan Sandi, ” katanya.
Sementara itu Presidesium Relawan Ganti Presiden (GRP)  Neno Warisman mengatakan,  tagar 2019 Ganti Presiden merupakan kepedulian kepada umat,  rakyat dan sistem pemerintahan.
“Kita sayangi Pancasila,  cinta NKRI dan  tetap berada di jalur konstitusi.   Kita mendukung Prabowo dan Sandi Presiden 2019,” paparnya.
Menurutnya,  kondisi Indonesia saat ini sangat memprihatinkan.
” LGBT jangan dibiarkan, hancur kita semua.   Kita berjuang tidak boleh menyerah.  Kalau berjuang antara menang atau kalah.  Perjuangan ini melelahkan dan menyakitkan. Kalau kita tidak berjuang akan kalah.   Kalau kita berjuang,  kita akan meraih hasilnya. Kita Para pejuang,  kita berjuang  bersama ulama.  Siap bela NKRI dan  merah putih. Rapatkan barisan,   kita berjuang bersama Prabowo dan Sandi,” urainya.
Neno mengungkapkan, deklarasi ganti Presiden adalah gerakan dari hati nurani.
“Setiap malam saya pulang kerumah,  sampai hari ini,  saya selalu menemukan di jalan- jalan banyak orang miskin,  orang bekerja bawa gerobak dan bawa anaknya.  Ini negeri kaya,  begitu banyak penyakit sosial.  Yang harusnya bisa dibenahi pemimpin.  Keadaan rakyat yang membuat saya semangat menggaungkan tagar 2019 Ganti Presiden.  Kita tegas mendukung Prabowo dan Sandi pada pencoblosan 17 April 2019 ,” tutupnya