Wabup PALI, Fedian Andreas Lacony ketika menyampaikan sambutannya.

Wabup PALI, Fedian Andreas Lacony ketika menyampaikan sambutannya.

PALI, HS – Untuk menciptakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang lebih mandiri, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten PALI menggelar pelatihan dengan menghadirkan Ahmad Rizali, Kepala Dinas Koperasi Provinsi Sumsel sebagai narasumbernya.

Workshop yang digelar di Hotel Grand Charlie pada Rabu (12/10) ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati PALI, Ferdian Andreas Lacony dan dihadiri Wakil Ketua DPRD PALI, H Darmadi Suhaimi SH dengan peserta tak kurang dari 110 orang pelaku UMKM.

“Program ini adalah merupakan program pemerintah pusat, momen ini sangat besar manfaatnya dan harus kita manfaatkan dan timba ilmu dari narasumber dari Diskop provinsi untuk mengembangkan usaha kita terutama pelaku usaha pemula,” ungkap Husman Gumanti, Kepala Diskop dan UKM kabupaten PALI dalam sambutannya.

Dirinya juga menambahkan bahwa saat ini di PALI ada 111 koperasi dan sekitar 5.000 pelaku usaha.

“Kedepan data koperasi melalui database, kita berencana akan membantu setiap koperasi satu unit komputer agar penyampaian laporannya tidak terhambat, dan akan membantu setiap pelaku usaha sarana dan prasarana agar bisa menunjang pengembangan usahanya,” janjinya.

Ahmad Rizali memaparkan tujuan dilaksanakanya pendidikan kilat (Diklat) atau pelatihan peningkatan UMKM.

“Kita akan terus melakukan Diklat, karena perkembangan dunia usaha akan terus terjadi. Dalam dunia usaha kita harus mempunyai target,adaptasi terhadap perubahan,dan yang terpenting kita harus mempunyai semangat,” pesan Ahmad Rizali.

Ada beberapa cara untuk mendapatkan pinjaman modal, sambung Rizali. Salah satunya dengan pengajuan pinjaman dari perbankan.

“Salah satu tolak ukur kemajuan suatu daerah adalah dilihat dari pertumbuhan bank, dan saya mengusulkan salah satu bank disini yaitu bank BRI dijadikan Cabang Penuh karena disini sudah banyak investor yang menanamkan modalnya. Pelaku usaha juga bisa mengajukan kredit pinjaman untuk memperolehnya tambahan modal melalui perbankan, sebab modal kuat akan mempengaruhi kemajuan suatu usaha,” bebernya.

Sebelum membuka pelatihan kepada pelaku UMKM, Wabup PALI berpesan bahwa pentingnya keberadaan koperasi dalam mengangkat perekonomian masyarakat.

“Koperasi merupakan pondasi ekonomi di negeri ini, disaat ekonomi kita dalam krisis pada tahun 1997 sampai tahun 2000-an, koperasi mampu bertahan di tengah himpitan ekonomi. Dan di PALI informasinya sudah ada 111 koperasi dan 5000 UMKM, ini dasar kita untuk mengangkat perekonomian di Bumi Serepat Serasan,” terangnya.

Wabup juga mengajak untuk mengembangkan koperasi dan UMKM, agar semua pihak terutama dinas-dinas terkait agar bahu membahu mendukung serta mendorong kemajuannya.

“Kita harus bersatu padu membantu dan mendorong agar koperasi dan UMKM bisa maju, dan bagi pelaku usaha juga harus semangat serta mempunyai target seperti apa yang disampaikan kepala Diskop provinsi tadi, agar program ini bisa berhasil dan manfaatnya bisa dirasakan banyak orang di kabupaten ini,” harapnya. (MAN)