Foto (Ist)

PALEMBANG,HS – Usai Asian Games 2018 lalu banyak Venue – venue, yang dibangun berstandar internasional tak terawat yang berada dikawasan jakabaring sport city (JSC).
Pantauan di lapangan, banyak fasilitas di sejumlah venue yang rusak, bahkan kini kawasan itu juga tidak dialiri listrik, hal itu dikarenakan pengelola tak mampu membayar tunggakan ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Seperti pada venue atletik, kerusakan terlihat mulai dari atap tribun, ruang official, hingga bench pemain di lapangan.
Lalu di venue akuatik, tak adanya sambungan listrik membuat mesin sirkulasi air tidak dapat digunakan. Akibatnya kondisi air kini berbau, dan berwana hijau akibat bercampur dengan lumut. Atap venue juga yang sudah rusak di beberapa bagian. Selain itu, masalah tersebut juga dijumpai pada sejumlah venue lainnya.
Sekretaris Perusahaan, PT JSC sekalu pengelola kawasan olahraga Jakabaring, Mirza Mursalin, mengatakan, sebagian besar kerusakan pada venue di JSC diakibatkan musibah putting beliung yang terjadi pada Oktober 2018 lalu. Memang ada sebagian venue yang belum selesai diperbaiki atau dalam tahap tender perbaikan yang yang merupakan bantuan dari beberapa BUMN di Sumsel.
“Meskipun secara umum merupakan tanggung jawab pengelola, namun ada beberapa venue yang perbaikannya dilakukan oleh BUMN. Seperti venue Atletik,” katanya, rabu (3/7/2018).
Selain itu, ada juga venue yang perbaikannya harus mendatangkan material dari luar negeri. Misalnya pada venue akuatik. Sehingga membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama.
Mengenai masalah tunggakan listrik selama enam bulan, kata dia, dikarenakan pemasukan yang diterima pengelola sejak awal tahun tidak sebanding dengan pengeluaran. Akibatnya, perusahaan merugi karena tak mampu menutupi biaya operasional.
“Apalagi sejak awal tahun subsidi dari pemda sudah dihentikan,” pungkasnya
Apalagi, lanjutnya, selama enam bulan ini jarang ada even olahraga yang digelar di eks venue Asian Games 2018 itu. Pemasukan perusahaan hanya mengandalkan dari tiket masuk area dan penyewaan venue.
Meski begitu, Mirza bilang, masalah
tunggakan listrik akan segera diselesaikan dalam waktu satu bulan ke depan. Hanya saja, pihaknya belum bisa melunasi pembayaran dengan total Rp 3 miliar.
“Ya kami komunikasikan dengan PLN dulu, yang pasti kami usahakan listrik kembali hidup dulu,” jekasnya
Sementara itu Manager Humas PLN WS2JB, Bakri mengatakan, pihaknya memutus sementara sambungan listrik di kawasan JSC. Hal itu dikarenakan adanya tunggakan rekening sejak januari 2019, dengan total sebesar Rp 3 miliar.
“Kami telah melayangkan surat kepada PT JSC untuk pemadaman dan pelunasan tunggakan untuk 22 id pelanggan. Hanya saja, hingga saat ini belum ada upaya penyelesaian,” tutupnya