Tim SAR gabungan mencari korban Dapasha yang diduga hanyut di Sungai Lematang

Tim SAR gabungan mencari korban Dapasha yang diduga hanyut di Sungai Lematang

MUARAENIM, HS – Dapasha Agung Pramana bin Nopiansyah (7), warga Desa Ulak Bandung, Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muaraenim, diduga hanyut dan tenggelam saat mandi bersama rekannya di Sungai Lematang, Minggu sore (21/8).

Hingga saat ini Tim SAR dari BPBD, PT BA, dan Basarnas sedang melakukan pencarian di sepanjang Sungai Lematang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dapasha yang masih pelajar kelas III SDN 02 Ujanmas  bersama teman temannya Gandi, Risky yang masih sepupu korban, sengaja mandi di Sungai Lematang, usai menyaksikan perlombaan perahu bidar HUT RI.

Korban yang diketahui memang tidak bisa berenang, sambil berlari diatas motor ketek terjun ke sungai. Ketika  teman-teman lainnya sudah beranjak menepi, Dapasha belum juga muncul dari dalam air.

Mengetahui temannya tak tampak, Risky melaporkan hal ini ke kakek korban. Mendapati laporan, tanpa pikir panjang kakek korban langsung mengajak Risky ke tempat kejadian dan langsung mencari korban ke dalam sungai. Namun karena tidak ada hasil,  kakek korban langsung meminta bantuan warga sekitar untuk mengajak mencari korban di Sungai Lematang.

Upaya pencarian korban hingga malam tak membuahkan hasil, pihak keluarga selanjutnya menghubungi Polsek Gunung Megang dan tim Sar dari BPBD Muaraenim. Tim gabungan langsung melakukan pencarian dengan menurunkan 2 perahu karet dan 8 anggota SAR.

Nopiansah SPd, ayah korban saat dibincangi di kediaman mengatakan bahwa istrinya, Eva Anita ibu korban pernah bermimpi dititip seorang bayi dan adanya perubahan kelakuan anaknya yang lain dari biasanya.

“Tingkah lakunya seperti orang dewasa seolah-olah sudah mengetahui segalanya. Kami sama sekali  tidak menyangka kalau ini merupakan tanda tanda akan kepergian anak kami,” tutur Nopiansyah haru. (Edward)