PALEMBANG,HS – Ribuan Umat islam Kota Palembang Mengelar aksi damai di Bundaran Air Mancur(BAM) Masjid Agung Palembang Usai melaksanakan Sholat jumat berjemaah, Jumat (3/2).

Turut Hadir juga dalam Aksi Damai, Ketua FPI Sumsel Habib Mahdi, yang  melakukan orasi dan mengajak seluruh umat Islam untuk tidak terpecah-belah.

“Kami ingin hukum ditegakkan. Sudah ada terssangka penista agama tapi malah dibiarkan berkeliaran. Sebaliknya ulama yang berjuang membela Islam dikriminalisasi.”ujar Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sumsel, Habib Mahdi Shahab dalam Orasinya.

Habib Juga menyampaikan, Tindakan kriminalisasi yang dimaksud, terjadi terhadap Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab. Pun dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin yang dianggap mengalami penghinaan saat bersaksi pada sidang kedelapan sidang Ahok.

“Kami menilai, tingkah laku Ahok sudah kelewat batas Selain berani menistakan agama, mantan Bupati Belitung timur tersebut juga dinilai berani menghina ulama yang sangat diagungkan umat Islam.’Urainya.

Lanjutnya, Meski belakangan Ahok sudah meminta maaf dan Ma’ruf Amin telah memaafkan, bagai massa ormas hal itu belum cukup. Mereka ingin Ahok dijerat pasal berlapis karena menghina agama dan ulama.

“Makanya kami berkumpul di sini untuk menyatukan umat Islam dan mendesak aparat penegak hukum agar memproses si penista agama,” tegas Habib Mahdi.

Sementara itu, Ustad Taufik Hasnuri berpendapat, aparat penegak hukum saat ini menerapkan hukum yang tajam pada ulama dan tumpul pada orang kafir. Pembiaran penghinaan terhadap ketua MUI, menurutnya karena aparat tidak tegas dan tidak becus menerapkan hukum.

“Gara-gara satu Ahok, banyak kegaduhan. Penghinaan dan pelecehan kapada umat Islam semakin menjadi-jadi Tidak hanya Al-Qur’an, ulama pun dilecehkan dan bahkan diskriminalisasi,” kata Taufik Hasnuri.(MDN)