PALEMBANG,HS-Viral Dua dari tiga orang warga asal Komering bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) tewas dibuang kelaut oleh kapal Longshing 629 China, membuat kalangan masyarakat Indonesia geram.
Mengetahui informasi tersebut, Febuar Rahman, SH turut prihatin atas tindakan frontal dan keji yang dilakukan oleh oknum tidak bertangggung jawab hingga menewaskan 2 ABK itu 10/5/2020 .

“Sedih sangat prihatin kita mengetahui bagaimana WNI mencari nafkah ke negeri lain namun diperlakukan sebagaimana budak,” ungkap Ketua DPW Partai Perindo Sumsel ini.

Febuar juga mempertanyakan sikap dan tindakan pemerintah soal kasus ini. “Mengapa, rakyat Indonesia mengalami kesulitan mencari nafkah dinegeri sendiri, bahkan harus mengalami imbas seperti 2 ABK malang itu,”jelasnya.

Terkait kasus mengerikan ini, Febuar Rahman juga turut mengambil sikap tegas. Dikatakannya, hal tersebut adalah tindakan kekejaman yang luar biasa terhadap Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja sebagai ABK.

Menurutnya tindakan kekejaman ini seharusnya jadi sorotan Pemerintah.
Pemerintah harus punya kebijakan yang tepat mengatur dan mengawasi para tenaga kerja yang bekerja baik didalam maupun luar negeri.

Umumnya, dengan memprioritaskan WNI bekerja di dalam negeri sendiri ketimbang harus ambil tenaga kerja kasar dari asing.
“Stoplah memasukan tenaga kasar dari luar negeri,” tegas Febuar, advokad kondang asal Sumatera Selatan.

Dikatakannya, pemerintah punya andil besar mengatur dan menempatkan para tenaga kerja, memberi banyak peluang dan kesempatan kepada para WNI asal dari negeri sendiri bekerja dinegeri sendiri.

Bukannya malah, memberi kesempatan kepada tenaga asing apalagi membawa tenaga kasar illegal dari negara lain. Pemerintah, Memberi ruang dan lapangan kerja seluas-luasnya kepada warga Indonesia sendiri, bekerja dinegeri sendiri.

“Seharusnya tidak ada lagi kejadian seperti ini, jika pemerintah memprioritaskan tenaga kerja dari negeri sendiri. WNI, tenaga kerja Indonesia harus dinomorsatukan dinegeri sendiri, terutama menyangkut keselamatan, dan kesejahteraan para tenaga kerja itu sendiri, ” tandasnya.