Kepala Badan Pengelolaan Pasar dan Kebersihan OKI, H Sudiyanto Djakfar.

Kepala Badan Pengelolaan Pasar dan Kebersihan OKI, H Sudiyanto Djakfar.

OKI, HS – Badan Pengelolaan Pasar dan Kebersihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencatat volume sampah yang terjadi di Kabupaten OKI setiap hari mencapai 40 kubik. Sampah tersebut lebih didominasi oleh sampah rumah tangga, disusul sampah pasar seperti sayur mayur dan lainnya.

”Dalam satu hari bisa tiga kali berjalan. Dari jumlah pengangkutan armada sampah di Kota Kayuagung, OKI mencapai 40 kubik lebih per hari yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” kata Kepala Badan Pengelolaan Pasar dan Kebersihan OKI, H Sudiyanto Djakfar, Jum’at (28/10).

Menurut dia, titik-titik penumpukan sampah terjadi di Kota Kayuagung, termasuk di Pasar Kayuagung. Bahkan pada titik penumpukan pihaknya menyiapkan dua kontainer untuk mengangkut sampah ditunjang 5 dump truk, dan 10 motor sampah.

Asumsinya, kata dia, dalam satu hari armada sampah mampu mengangkut sampah hingga tiga kali, mulai dari pagi, siang dan sore.

“Petugas hanya ada di TPA sebanyak 20 petugas. Armada yang digunakan ini merupakan armada gabungan antara bagian kebersihan dan bagian persampahan,”jelasnya.

Dia mengaku bahwa sampah yang ada di tiap kecamatan diangkut, kemudian dikumpulkan di TPA, baik di TPA Sepucuk berkapasitas 4 hektar, TPA Tugu Mulyo seluas 3 hektar, serta TPA Teluk Gelam berkapasitas 2 hektar yang diperuntukkan bagi tiga kecamatan yakni Teluk Gelam, Pedamaran, dan Tanjung Lubuk.

“Untuk TPA di Seberang (Sepucuk) hampir penuh. Makanya kami ajukan ke Bupati OKI untuk pembelian lahan di Sepucuk. Mudah-mudahan dapat terealisasi ditahun 2017 nanti,” ucapnya. (TOM)