PALEMBANG,HS – Tahun 2019 Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Mawardi Yahya, pastikan tidak akan memberikan
Penyertaan Modal Daerah (PMD) pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Ya, tahun ini tidak akan ada dana PMD, bagi BUMD Sumsel,” ujar Wagub saat diwawancarai diruang kerjanya Rabu (12/12/2018).
Menurutnya, PMD tersebut sifat nya tidak wajib. Bahkan, BUMD tersebut harus mampu menyumbang pendapat asli daerah bagi Pemda sebab memang keberadaan perusahaan plat merah milik harus memberikan kontribusi bukan menjadi beban Pemda dengan terus diberikan PDM.
“BUMD jangan manja dan harus mandiri,” tegas wagub
Ia juga mengatakan, total14 BUMD ada beberapa perusahaan yang memberikan kinerja baik. Kendati ada pula perusahaan kinerja perusahaan yang merugi. Karenanya, perusahaan yang merugi akan di amputasi.
“Ini terus dilakukan evaluasi, mana yang kinerja nya tidak baik dan tidak sehat akan langsung di ganti jajaran direksi,” katanya
Ia menambahkan, Sejauh ini pihaknya telah mengganti direksi Prodexim, Bank Sumsel Babel, BPR Sumsel dan Swarna Dwipa. Sedangkan perusahaan ysng punya dikerja baik Jamkrida , PDPDE yang nantinya akan berganti menjadi perseroan terbatas.
Lanjutnya, Seharusnya BUMD tersebut memaksimalkan unit usaha atau core usaha yang ada agar maksimal. Selain memang keberhasilan suatu usaha tersebut sangat tergantung pada direksi.
“Makanya, jika BUMD tersebut tidak sehat langsung diganti, nanti akan kita lihat perkembangan,” tutupnya