PALEMBANG, HS – Walikota Palembang, H Harnojoyo memanggil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang dan Manager Kepanduan PT Pelindo untuk membahas pertanggungjawaban atas insiden kejadian kapal tongkang pengangkut batubara yang menabarak pelindung Jembatan Ampera (Fender).

Dalam hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Palembang, Kurniawan, mengatakan pemanggilan oleh walikota membahas masalah yang kemarin.

“Tadi kita dipanggil pak Wali terkait masalah kemarin, rencananya bersama orang Singapura kita akan melihat kondisi disitu supaya bisa diketahui apa yang rusak dan diganti. Pihak kedua pun sudah siap bertanggung jawab untuk ganti rugi dan berkordinasi perihal jaminan apabila hal ini terulang lagi,” ujar Kurniawan

Lanjutnya, adapun hal jaminan merupakan komitmen dari pihak PT Pelindo ke Pemerintah Kota Palembang. serta Walikota berharap ke depan seluruh pihak sama-sama berupaya jangan sampai hal ini terulang kembali.

“Pihak bersangkutan sudah siap dana jaminan Rp150 juta apabila hal ini terulang kembali, sedangkan masalah sangsinya belum ada aturan yang mengatur hal tersebut,” bebernya.

Sementara, Manager Kepanduan PT Pelindo, Tedi Gunawan menyampaikan, atas kejadian tersebut pihaknya siap bertanggung jawab atas kelalaian yang menimbulkan kerusakan pada Fender (pelindung jembatan) dan siap memberikan jaminan berdasarkan Perda Kota Palembang Nomor 14 tahun 2011 pasal 106 tentang penyelenggaraan teransportasi.

“Kita siap bertanggung jawab, apa yang rusak akan kita ganti. Dalam hal ini Fender yang rusak, akan kita ganti. Kita juga siap memberikan jaminan sebesar 150 juta yang mana telah diatur dalam Perda,” bebernya.

Adapun perihal kronologi kejadian sementara ini pihaknya mengakui, bahwa tali salah satu kapal pandu yang menarik tongkang tersebut putus sehingga tak bisa dikendalikan. Sedangkan penyebab putusnya tali, pihaknya belum mengetahui kenapa bisa terjadi, yang jelas sudah kita cek sesuai dengan aturan pelayaran sebelum kapal berlayar.

“Kronologi sementara kan, salah satu tali kapal pandu yang menarik tongkang putus, ga tau kenapa, yang jelas sudah kita cek kapal pandu yang menarik tongkang tersebut sudah sesuai dengan aturan pelayaran sebelum mereka berlayar. Namanya musibah, siapa yang mau terjadi hal seperti ini,” ujarnya.

Terkait hal ini, PT Pelindo menyampaikan pelayanan pelayaran tetap berjalan dan tidak mengganggu kinerja pelayanan pelayaran lainnya.

“Pelayanan pelayaran tetap berjalan seperti biasa, tidak mengganggu kinerja pelayanan,” tandasnya.

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 14 tahun 2011 tentang penyelanggaraan transportasi, Pasal 106 tentang ketentuan kapal/tongkang yang melintasi bawah jembatan Ampera yaitu tinggi maksimum muatan 8 meter, bagian atas muatan harus rata, wajib dipandu, berlayar pada siang hari serta maksimum panjang tongkang 300 feet lebar 28 meter dan ditarik oleh tug boat dengan daya M/E minimal 1.765 KW dan tug boat pertama dorong minimal 1.761 KW. (ATM)