Sejumlah pekerja mengangkut barang-barang di kantor camat untuk dipindahkan ke kantor baru.

Sejumlah pekerja mengangkut barang-barang di kantor camat untuk dipindahkan ke kantor baru.

PALI, HS – Sony Dewantara (21), warga Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpaksa menahan kecewa dan berjalan lebih jauh, lantaran kantor camat yang hendak ditujunya di Jalan Merdeka KM 5, Kelurahan Handayani Mulya, tepatnya di sebelah Mapolsek Talang Ubi pindah ke Simpang Bandara Km 7, di sebelah Kantor Dinas Sosial Kabupaten PALI, Senin (10/10).

Kantor camat yang telah ada sejak tahun 1991 dan disahkan langsung oleh Ramli Hasan Basri, Gubernur Sumsel saat itu, dipindahkan dengan alasan lahan yang sedikit berbukit-bukit tersebut akan digunakan untuk menjadi Taman Cinta, yang dinaungi oleh tiga instansi yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, dan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten PALI.

“Aku datang ke sini nak buat KTP sementaro untuk digunakan buat SKCK di Mapolsekta Talang Ubi, tapi dak tahu kalu kantor camatnyo sudah pindah hari ini,” ungkap Dedy kepada sejumlah media, Senin (10/10).

Rasa kecewa juga diungkapkan oleh Edi Yusuf, salah satu warga Kecamatan Talang Ubi.

Dirinya menyayangkan keputusan Pemkab PALI untuk memindahkan kantor camat tersebut ke lokasi yang lebih jauh dari tengah kota.

“Lokasi kantor itu cukup jauh dari permukiman, tentunya akan membuat warga lebih sulit dalam mengurusi administrasinya. Apalagi, kantor camat itu sudah puluhan tahun ada di sana, pasti warga yang akan kecewa sama seperti saya.” bebernya.

Bahkan, sambung Edi kantor camat sekarang terpaksa ngontrak di tempatnya yang baru.
“Sayang kalau menurut saya. Tapi mau bagaimana lagi,” kata Edi dengan raut muka kecewa.

Sementara itu, Camat Talang Ubi, Asrohi SSos MSi, membenarkan kalau dirinya beserta puluhan staf yang lain pindah ke tempat yang baru dengan alasan lokasi kantor yang lama akan dimanfaatkan untuk tiga instansi Pemkab PALI.

“Semua ini kan aset negara, termasuk kantor camat. Meskipun sudah puluhan tahun menempatinya. Lagi pula, tiga instansi ini yang bekerjasama dengan PKK Kabupaten PALI akan menggunakan kantor camat yang lama untuk PAUD, taman bermain dan penitipan anak yang memang dibutuhkan tempat strategis seperti kantor camat lama,” jelas Asrohi ketika dihubungi SN via telepon seluler.

Dirinya mengaku juga tak mempersoalkan jika harus berkantor di lokasi yang baru.
“Kan masih di seputaran Kelurahan Handayani Mulya. Tidak terlalu jauh kok. Untuk itu saya ingin menyampaikan kepada masyarakat agar tidak perlu kecewa, karena masih di wilayah Kelurahan Handayani Mulya,” pesannya kepada warga Kecamatan Talang Ubi.

Asrohi juga menambahkan jika tahun depan pihaknya akan segera menganggarkan untuk pembelian lahan baru untuk pembangunan gedung kantor camat.

“Saat ini di kantor yang baru, kita ngontrak atau sewa. Insya Allah tahun depan baru kita anggarkan untuk pembelian lahan. Baru di tahun berikutnya dianggarkan untuk gedung,” pungkasnya.

Pantauan wartawan di kantor camat tampak sudah lengang dan kosong, yang masih ada hanya tumpukan puluhan karung beras bulog di pintu masuk.

“Untuk pemberitahuan soal pindah memang sudah dilayangkan sejak dua minggu lalu. Namun kita baru pindahan hari ini karena baru mendapatkan rumah untuk dikontrakan,” ungkap salah satu TKS yang sedang mengangkut barang-barang ke kantor camat yang baru, Senin (10/10). (MAN)