PALEMBANG,HS – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan angkat bicara terkait Polemik penerapan Full Day School atau sekolah sehari penuh yang merupakan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI,

“Ya, Full Day School itu memang tak penting jadi tidak harus diterapkan, jika sanggup saya tidak melarang,” ujar Kadisdik Sumsel Widodo saat ditemui, di Pemprov Sumsel, Selasa (5/9/2017).

Meski dinilai Widodo tak penting, sekolah-sekolah di seluruh Sumsel memang tidak harus menerapkan kebijakan itu. Namun, pihaknya juga mempersilakan sekolah-sekolah yang sudah memberlakukan Full Day School, untuk melanjutkannya,

“Maksudnya, saya tidak menolak kebijakan tersebut dan tidak melarang jika ada sekolah di Sumsel yang ingin menerapkan kebijakan itu,” jelasnya

Menurutnya, kebijakan itu tidak penting karena setiap sekolah itu juga belum tentu dapat menerapkannya secara maksimal. Selain itu, jika seharian penuh belajar bagi murid atau guru yang di pelosok yang pulangnya jauh bagaimana, jika terjadi hal yang tak diinginkan mengingat kondisi jauh dan rawan siapa yang akan bertanggung jawab,

“Jika ada apa-apa juga siapa ini yang akan bertanggung jawab, Jadi memang harus melihat kondisi dan kemampuan sekolah baik untuk guru maupun untuk materi pendidikannya serta juga keamanan didaerah tersebut,” katanya.

Ditambahkannya, pihaknya sepakat bahwa karakter bangsa itu wajib dibangun tapi tidak harus dimasukkan ke kurikulum seperti FDS. Sebab jika dibandingkan seharian penuh mencatat di sekolah dengan melakukan kompetisi di luar negeri, jauh lebih penting berkompetisi ini.

“Sekarang ini yang penting itu bagaimana membuat generasi muda Indonesia khususnya Provinsi Sumsel untuk dapat berkompetisi dengan generasi muda luar negeri, seperti Malaysia, Singapura dan lainnya,” jelasnya (MDN)