Jpeg

PALI, HS – Kata siapa olahraga golf hanya untuk orang-orang kaya dan para pejabat. Buktinya di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), golf sudah masuk dalam agenda kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. PALI menjadi daerah kedua di Indonesia yang memiliki kegiatan pelatihan golf untuk para pelajar.

“Saat ini, pelatihan pegolf tingkat pelajar baru ada di SMA Presiden yang ada di Kota Bekasi. Nah, andai ada turnamen kita sudah pasti mengantongi medali perak karena baru ada dua daerah yang memiliki program pelatihan pegolf pelajar,” kata Drs Abu Hanifah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten PALI saat sambutan pada Launching Pelatihan Pegolf Pelajar oleh Bupati PALI, H Heri Amalindo di Aula Lapangan Golf Pertamina Pendopo, Rabu (31/8).

Abu juga menyampaikan dalam program ini, baru dilibatkan sebanyak 389 siswa yang berasal dari SD, SMP, dan SMA. Kedepan, pihaknya sudah bekerja sama dengan Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kabupaten PALI dan Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo.

“Selanjutnya program ini akan berupa ekskul di sekolah. Dan diberi pelatihan setiap minggunya. Diharapkan melalui kegiatan pelatihan ini, akan muncul pegolf handal yang berasal dari kabupaten PALI,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati PALI, H Heri Amalindo menginginkan agar para pelajar yang ada di Kabupaten PALI memanfaatkan lapangan yang ada. Karena, tidak setiap daerah memiliki lapangan golf. Beruntung Kabupaten PALI memiliki warisan berupa lapangan golf yang sudah memenuhi standar.

“Ini kesempatan bagi anak-anak PALI untuk bisa mengembangkan olahraga golf. Karena hanya di PALI olahraga golf bisa dimainkan untuk umum bahkan untuk para pelajar. Kalau kita lihat di daerah yang ada lapangan golf, masuknya saja harus bayar mahal apalagi kalau main. Di PALI tidak seperti itu,” beber Heri Amalindo.

Kendati demikian, suami dari Hj Sri Kustina ini juga berpesan kepada anak-anak PALI agat tidak berbangga-bangga dan menyombongkan diri karena bisa main golf.

“Kesempatan ini jangan hanya dijadikan euforia semata. Namun, haruslah dimanfaatkan untuk berlatih dengan tekun agar bisa menjadi pegolf yang handal, dan lahirlah tiger woods asal PALI,” sambung Heri.

Untuk fasilitas, pihaknya juga akan membantu dalam penyediaannya. “Baju dan stik akan kita bantu dari Pemkab PALI. Artinya anak-anak PALI tinggal berlatih saja. Kita ingin, dalam waktu 5 sampai 10 tahun, lahirlah pegolf yang handal dan bisa mengharumkan nama kabupaten PALI di tingkat nasional bahkan internasional,” tandas Heri. (MAN)