PALEMBANG,HS – Pemerintah Pusat sudah memutuskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 baik Gubernur, Walikota maupun Bupati akan dilaksanakan Desember nanti.

Itu merupakan opsi pertama, penundaan Pilkada Serentak ditengah pandemi corona virus disease 2019 atau covid-19 yang sejati bakal dilaksanakan, 23 September mendatang. Opsi kedua merupakan Maret 2021 dan opsi ketiga September 2021.
Ketika dikonfirmasi Amaliah Sobli S.KG M.B.A Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan (Sumsel) menilai keputusan pemerintah untuk melakukan Pilkada Desember ini kelewat percaya diri.

“Jangan sampai pemilu kelam tahun kemarin yang memakan banyak korban jiwa dan nyawa terulang lagi di Pilkada Serentak ini,” kata Amaliah, Rabu (27/5 /2020) malam.

Lebih lanjut senator wanita ini menilai perlu waktu yang tidak sebentar untuk daerah pulih dari pandemi corona.
Terlebih saat ini penyebaran virus menular tersebut masih cukup masif di beberapa daerah. Tidak terkecuali di Sumsel.

“Apalagi Sumsel baru mengalami kenaikan grafik ketika grafik kota besar lain sudah mulai stabil,” terang wanita berhijab ini.

Lebih lanjut Lia, sapaan akrab Amaliah Sobli S.KG M.B.A, menilai banyak yang harus dipertimbangkan saat Pilkada Serentak di tengah pandemi corona.

“Ketika membahas pilkada tahun ini, yang perlu dipikirkan bukan cuma anggaran tapi bagaimana protokolnya nanti, dan bagaimana agar tidak terjadi gelombang kenaikan angka positif covid terulang lagi,” terang dia.

Selain itu lanjut senator milinial ini juga meninggalkan agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan di tengah pandemi corona.

“Bukan tidak mungkin jika Pilkada dilakukan Desember nanti, para inkumben menyalahgunakan bantuan pemerintah untuk mencari suara,” terang dia.