Blasting Batubara Sebabkan Rumah Warga Tanjungenim Retak

7 tahun ago
612
Blasting batubara mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami keretakan pada bagian dinding.

MUARAENIM, HS – Peledakan atau blasting batubara di lokasi tambang Bangko Barat PIT II yang dilakukan oleh PT Sarana Bahana Wahana, subkontraktor PT Bukit Asam Persero Tbk, sangat meresahkan warga di wilayah lingkungan Mandala RT 05 RW 12, Kelurahan Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim.

???Dari pantauan di lokasi, Senin (10/4), terdapat puluhan rumah yang saat ini tembok atau dindingnya mengalami keretakan. Menurut warga, keretakan tersebut adalah dampak dari aktivitas peledakan di lokasi tambang Banko Barat. Ledakan ini sudah dimulai sejak akhir tahun lalu hingga sekarang yang rutinitasnya cukup tinggi. Selain itu, pernah pula terjadi getaran layaknya gempa akibat ledakan yang sangat besar.
?
??Seperti dikatakan ibu Rukati, Sigit Purnomo dan Akhmad Mustofa bahwa sejak banyaknya peledakan yang dilakukan perusahaan, rumah warga banyak yang retak hingga dua jari dan sekarang sudah ditambal sendiri takut roboh.

“Pihak perusahaan yang katanya sudah melakukan pertemuan dengan masyarakat di musholah beberapa bulan lalu hingga kini tak jelas kesimpulannya,” ungkap mereka.
??
?Sementara Armin, mantan Ketua RT 05/12 lingkungan Mandala, Kelurahan Tanjung Enim, membenarkan bahwa dari sekitar 80 rumah yang terdampak ledakan, baru sekitar 35 rumah yang terdata di tahap pertama.

“??Mengenai dampak blasting oleh subkontraktor PT BA sudah cukup banyak rumah warga yang rusak, namum ada pula yang perbaikinya sendiri karena dari perusahaan terkesan mengulur rencana kompensasi. Terbukti hingga kini tidak jelas kapan PT BA akan mengganti kerusakan rumah kami,” tambahnya.
??
?Beberapa hari lalu sambung Armin, memang ada perwakilan perusahaan, namun sayangnya mereka malah menawarkan usaha kerajinan, peternakan, dan tampak enggan untuk membahas kompensasi rumah warga yang rusak.

“Ini yang patut kami sesalkan. Kondisi rumah saya sudah hampir roboh dan saya tidak ada dana
untuk merehabnya. Kondisi ini sama juga yang dialami oleh pak Iwan, namun beliau memilih memperbaiki rumahnya karena takut jika roboh akan menghantam rumah tetangga,” terang Armin.
??
“?Kami tak banyak menuntut dengan perusahaan, apalagi menghalanginya, tapi tolong kalau bisnis jangan menghancurkan rumah kami yang dengan susah payah kami bangun,” pungkasnya. (EDW)