PALEMBANG,HS – Aktifitas masyarakat kembali meningkat di tengah pemberlakuan PSBB tahap kedua yang lebih longgar di kota Palembang. Sejumlah pusat perbelanjaan dan pasar mulai dibuka. Dalam kondisi saat ini, H. Nasrun Umar yang akrab disapa HNU menilai masyarakat juga perlu mempertimbangkan etika bersosialisasi di tengah pandemik sehingga tetap sesuai dan mengacu kepada protokol kesehatan.

Mulai dari perubahan dari cara kita bertegur sapa yang terbiasa bersalaman kini tidak lagi dilakukan dengan luwes, mengatur jarak saat berbincang, sampai hal kecil yang dicontohkan olehnya adalah pada saat bersin atau batuk yang harus ditutup dengan tisu, kain atau tangan. Karena sudah menjadi tanggung jawab kita untuk tidak tertular dan menularkan Covid-19.

“Kita harus terus berupaya menekan angka kasus penyebarannya. Tapi di satu sisi kita harus tetap beraktifitas di luar rumah. Oleh sebab itu, selain protokol kesehatan, ada pula etika yang harus kita pikirkan agar kondisi (penyebaran) Covid-19 ini bisa kita atasi bersama,”ajak HNU. Dengan kerja bersama, HNU yakin jika Covid-19 ini akan segera bisa teratasi.

Hal ini disampaikannya oleh kepada sejumlah tokoh masyarakat saat menyambangi kawasan Kecamatan Gandus, Kertapati dan Sukarami pada Sabtu (6/6). Di sela itu pula, HNU menyempatkan diri untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Apalagi, hampir di sebagian besar kawasan yang dikunjunginya itu, terdapat masyarakat yang berprofesi sebagai buruh serabutan.

“Ini bantuan ala kadarnya, sesuai apa yang telah dititipkan Allah kepada kami. Dimana dari rezeki yang telah kami terima, ada hak saudara saya yang membutuhkan,”jelas HNU.

Tidak perlu mengumpulkan KTP, apalagi melapor kepada Lurah atau Camat untuk mendapat bantuan ini. Sebab, menurutnya bantuan paket sembako ini merupakan inisiatif pribadi.
Oleh sebab itu, HNU juga berharap masyarakat di Palembang bisa terus bersemangat menjalani hidup di tengah tantangan yang semakin berat.
Diungkapkan Ani, salah satu warga RT 14 Kelurahan Kemas Rindo mengaku sama sekali belum dapat bantuan pemerintah. Sehingga ia bersyukur telah mendapat bantuan dari HNU.

“Belum ado yang masuk kesini. Tempat kami ini padat, banyak wong susah. Banyak pulok nak dikasih. Baru sekali inilah ado wong yang peduli,”cetusnya. (ril)