KAYU AGUNG, HALUANSUMATERA.COM — Menghadapi masa pandemi Covid-19 yang berlansung hampir memasuki dua tahun melanda di tanah air, nampaknya memberikan dampak kepada masyarakat dalam hal pelayanan publik. Demi mencegah penyebaran virus, diterapkannya Protokol Kesehatan (Prokes) kerap kali menjadi faktor pelayanan tidak berjalan maksimal.

RSUD Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai pelayanan publik, sering dikeluhkan oleh pasien yang berobat di RSUD Kayuagung, karena RSUD tersebut setiap harinya berhubungan langsung dengan masyarakat banyak, apalagi selama masa pandemi Covid-19 ini perlu kerja ekstra.

Dikretur RSUD Kayuagung OKI dr.Hj. Asri Wijayanti MKes, melalui Kabag TU RSUD Kayuagung, Iskandar Puad, S.Sos, M.Si di ruang kerjanya, jumat (11/6/2021) mengatakan, sebenarnya dalam pelayanan publik yang kami lakukan saat ini sudah dilakukan semaksimal mungkin, bagaimana dalam menghadapi kondisi covid-19 ini dan kami pun perlu ekstra berhati-hati dan bertindak tegas sebab, penyebaran virus Corona ini tidak bisa kita abaikan begitu saja.

“Untuk pelayanan publik, kami sadar dengan keterbatasan yang ada tapi, semua itu untuk kepentingan kesehatan bersama. Ada beberapa hal yang kami terapkan di masa Covid-19 ini, diantaranya prosedur besuk pasien dan ini kami tiadakan, yang ada hanya satu orang penjaga pasien, itupun harus memakai tanda pengenal khusus dari RSUD sesuai dengan penerapan Prokes. Jadi, kami butuh kesadaran dan pengertian kepada pihak keluarga pasien,” jelasnya.

“Selama dalam pandemi dan penanganan Covid-19, bisa melakukan kerjasama sesuai dengan Prokes. Jadi, mohon kita saling pengertiannya. kami selaku pelayan publik selalu siap dan melayani,” tandasnya.

Sementara itu, ditempat terpisah, salah satu warga Kayuagung OKI Yakkup diminta tanggapannya terkait pelayanan publik RSUD Kayuagung OKI. Menurutnya, dalam menghadapi musibah Covid-19 ini kita serba salah, yang namanya musibah kita tidak bisa menolaknya. Namun, selaku masyarakat kita harus ikuti aturan Prokes yang sudah diterapkan, gunanya untuk kebaikan kita semua.

“Tapi, kadang-kadang hal ini, sering kita abaikan sebenarnya yang kita takutkan bukan persoalan penyakitnya tapi penyebaran Virus Corana ini yang sangat membahayakan tanpa terlihat dari pandangan mata kita, untuk itu mari kita sama-sama menjaga dan tetap ikuti berbagai himbauan dari Pemerintah, supaya memutuskan mata rantai Covid-19 ini agar cepat terputus,” harapnya. (Nurlis)