PALEMBANG,HS – Mahasiswa yang tergabung dari berbagai Universitas, mulai dari Universitas PGRI Palembang, Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Patah Palembang, Universitas Bina Darma (UBD) melakukan aksi Demontrasi di depan Kampus Universitas PGRI jalan gotong royong plaju Palembang, Senen (14/09/20)

Nur Muhammad Habibillah Ketua Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas PGRI Palembang mengatakan mahasiswa memintak keadilan kepada pihak rektorat dan yayasan atas kekerasan terhadap mahasiswa PGRI oleh oknum keamanan yang melakukan kekerasan.

“Kami mintak oknum Security tersebut yang melakukan pemukulan rekan kami segera di proses dan kami kepada pihak kepolisian menindaklanjuti laporan kami beberapa hari yang lalu di Polrestabes Palembang.”ujarnya.

Saat menyampaikan orasi secara bergiliran dari berbagai universitas, Mahasiswa nampak marah saat berorasi dengan nada tinggi saat menyampaikan orasinya.

Mahasiswa bahkan menuntut Rektor Universitas PGRI di turunkan dari jabatannya jika tidak mampu memberikan sangsi kepada oknum Sekuriti tersebut.

“Selain menuntut keadilan atas pemukulan terhadap rekan mereka, mahasiswa memintak pihak kampus memangkas Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang di bayar persemester di pangkas 50 persen karena di masa Pandemi Covid – 19 ini karena banyak di antara mahasiswa yang terkena dampak ekonominya,”ujarnya.

Drs Sukardi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan mengatakan segala aspirasi mahasiswa akan di diskusikan dengan Rektor Universitas PGRI Palembang.

“Mengenai permohonan pemotongan UKT, kita ada alternatif lain seperti bantuan dari Kemendikbud RI dan Gubernur Sumsel untuk dana Stimulan UKT, sudah ada 5 ribu lebih mahasiswa penerima bantuan dari total 8 ribu mahasiswa PGRI, UKT Rp. 3,9 juta bisa di cicil 2 kali dalam satu semester,”ujarnya.

“Bahkan Mahasiswa yang tidak mampu membayar UKT dapat mengalihkan surat permohonan tertulis kepada Rektorat dengan di ketahui Dekan masing – masing, nanti surat permohonan tersebut menungguh persetujuan dari rektor,”tambahnya. (San)